Pertama di Malaysia. Share Pesan Hoax di WhatsApp, Guru IT Ini Terancam Denda Rp 165 Juta

Guru bidang studi teknologi informasi berusia 36 itu bernama Rafeah Buang. Ia menghadapi tuduhan menyebarkan informasi palsu

Pertama di Malaysia. Share Pesan Hoax di WhatsApp, Guru IT Ini Terancam Denda Rp 165 Juta
NDTV
Ilustrasi Aplikasi WhatsApp 

TRIBUNBATAM.id, SABAH - Malaysia tangani kasus pertama penyebaran informasi palsu atau hoax di sebuah grup di aplikasi WhatsApp.

Orang pertama yang kini menghadapi tuduhan menyebarkan informasi itu adalah seorang guru di Sabah, Malaysia.

Guru bidang studi teknologi informasi berusia 36 itu bernama Rafeah Buang. Ia menghadapi tuduhan menyebarkan informasi palsu.

Dia mengirimkan sebuah pesan berantai ke grup WhatsApp bernama KARPET KEMAS 189-SEMPORNA.

Baca: DUH. Wanita Ini Diculik, Disekap dan Diperkosa Selama 10 Tahun. Hingga Lahirkan Dua Anak

Baca: Setelah Badai Cempaka Mereda. Indonesia Siap-siap Hadapi Badai Dahlia. Ini Penjelasan BMKG

Baca: Korban Kebakaran di Lingga Terima Bantuan dari Satgas Penangggulangan Bencana Polda Kepri

Seperti dikutup dari The Malaysian Insight, guru ini mengirimkan pesan peringatan kepada kelompok tersebut tentang sebuah kendaraan berwarna hitam yang diduga milik seorang pelaku pemerkosa dari Kg Simunul, Semporna. Dalam pesan itu juga menyuruh orang lain menyebarkan kabar tersebut kepada keluarga dan teman.

Kasus ini diyakini sebagai yang pertama di Malaysia, terkait penyebaran informasi palsu melalui WhatsApp.

Rafeah mengaku tidak bersalah atas dakwaan di depan hakim pengadilan Tawau, Sessions Awang Krisnada Awang Mahmud, Selasa (28/11/2017) lalu.

Rafeah diduga melakukan pelanggaran itu pada tanggal 11 Desember 2014.

Kasus tersebut diadili Komisi Komunikasi dan Multimedia wakil jaksa agung Mohd Sophian Zakaria.

Berdasarkan aturan di Malaysia, Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia Malaysia tahun 1998, Rafeah terancam denda sampai RM50.000 atau sekira Rp 165 juta, atau penjara selama satu tahun, atau keduanya.

Terdakwa juga bisa dikenai denda RM1,000 untuk setiap hari informasi palsu itu beredar.

Hakim mengizinkan uang jaminan sebesar RM2,500 sampai tanggal 21 Januari 2018 untuk penanganan kasus ini.(*)

Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help