YA TUHAN! Demi Dapat Jatah Makan, Anak-Anak Rohingya Terpaksa Dinikahkan. Begini Kisah Piluhnya

Banyak anak perempuan Rohingya yang menikah dini di Bangladesh hampir tidak mengenal calon suaminya.

YA TUHAN! Demi Dapat Jatah Makan, Anak-Anak Rohingya Terpaksa Dinikahkan. Begini Kisah Piluhnya
Associated Press
Anak-anak perempuan Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Bangladesh, pada Desember 2016. Anak perempuan Rohingya terpaksa menikah di usia dini demi mendapat jatah bantuan makanan. 

TRIBUNBATAM.ID, DHAKA - Anak perempuan Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh dipaksa menikah demi mengamankan jatah makanan.

Alokasi bantuan makanan yang ditentukan per keluarga membuat anak- anak perempuan pengungsi Rohingya dinikahkan untuk menciptakan keluarga baru.

Di antara anak-anak perempuan tersebut bahkan ada yang masih berusia 12 tahun.

Program Pangan Dunia PBB mengalokasikan bantuan makanan per rumah tangga, sehingga keluarga dengan jumlah anggota yang berbeda mendapat jatah bantuan makanan yang sama.

Dengan menikahkan anak perempuan mereka maka jumlah orang yang harus diberi makan di keluarga orangtua akan berkurang.

Sementara anak yang sudah menikah akan mendapat jatah bantuan sendiri. Demikian ditulis The Guardian, Kamis (30/11/2017).

Baca: Jawaban tak Terduga Dilontarkan Warga Rohingya Saat Ditanya Siapakah Paus Fransiskus?

Pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar menuju Bangladesh mencapai angka 600.000 jiwa.

Petugas medis mengatakan anak perempuan paling diincar sebagai sasaran kekerasan seksual di Rakhine.

Namun saat tiba di Bangladesh, mereka kembali mendapatkan kekerasan dalam bentuk pernikahan dini.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved