Nilai Bitcoin Diprediksi Tembus Rp 540 Juta, BI Tetap Bilang 'Bukan Alat Bayar yang Sah'

Bitcoin diperkirakan oleh sejumlah pihak akan terus menanjak nilainya, bahkan ada yang memprediksi Rp 540 juta.

Nilai Bitcoin Diprediksi Tembus Rp 540 Juta, BI Tetap Bilang 'Bukan Alat Bayar yang Sah'
Reuters via kompas.com
Penanda pada jendela mempromosikan mesin ATM Bitcoin. 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Nilai mata uang virtual Bitcoin terus menanjak dalam beberapa hari terakhir.

Menurut data BitcoinIndonesia, Jumat (1/12/2017), nilai mata uang virtual tersebut kini telah menembus Rp 145,5 juta.

Bitcoin diperkirakan oleh sejumlah pihak akan terus menanjak nilainya, bahkan ada yang memprediksi nilainya bisa mencapai 40.000 dollar AS atau setara sekitar Rp 540 juta.

Namun, ada pula sejumlah kalangan yang melontarkan kritik tajam terhadap bitcoin.

Pasalnya, bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah dan tidak diatur oleh bank sentral.

Selain itu, nilai bitcoin juga sangat fluktuatif layaknya harga komoditas.

Baca: WOW Nilai Bitcoin Tembus Rp 154,4 Juta, Bank Indonesia Ingatkan AWAS Terjebak Investasi Bodong

Lalu, apa pendapatan Bank Indonesia (BI) mengenai bitcoin?

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menegaskan, bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Bitcoin itu bukan alat pembayaran. Posisi dari otoritas adalah mengarahkan, itu bukan alat pembayaran yang sah," ujar Agus di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (30/11/2017) malam.

Agus menyatakan, karena bukan alat pembayaran yang sah dan tidak diatur oleh bank sentral, maka bank sentral tidak bertanggung jawab atas risiko-risiko terkait penggunaan bitcoin.

Undang-undang Mata Uang pun menegaskan bahwa satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah rupiah.

Baca: Gegara Tax Amnesty, Posisi Konglomerat Ini Jadi Masuk 10 Besar Orang Terkaya di Indonesia

Sepanjang tahun ini, nilai bitcoin sudah menguat 1.000 persen. Penguatan tersebut menyebabkan semakin banyak investor baru yang tertarik dengan prospek mata uang digital ini sebagai instrumen investasi. (kompas.com/Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved