Danlantamal Kecewa Polres Karimun Lepas Pembawa Sabu 3 Kg dari Malaysia. Ini Alasannya

Komandan Lantantamal IV Laksamana Pertama Eko Suyatno mengaku kecewa karena tiga pembawa sabu seberat 3 kilogram dilepas Polres Karimun.

Danlantamal Kecewa Polres Karimun Lepas Pembawa Sabu 3 Kg dari Malaysia. Ini Alasannya
Dok Lantamal
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Eko Suyatno 

TRIBUNBATAM.Id.TANJUNGPINANG- ‎Komandan Lantantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Eko Suyatno mengaku kecewa karena tiga pembawa sabu seberat 3 kilogram dilepas Polres Karimun.

Eko mengaku tidak puas akan proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polres Karimun.

Hal itu diungkapkan usai menghadiri Sertijab Danyonmarhanlan di Makolantamal IV.

Pernyataan itu dilontarkan olehnya setelah pihak penyidik Polres Karimun menyatakan bahwa kasus tersebut tidak dapat dilanjutkan lantaran kurangnya alat bukti untuk menjerat ketiga tersangka yang diamankan beberapa waktu lalu oleh Lantamal IV di perairan Karimun.

"Menurut rekan-rekan kepolisian yang melakukan penyidikan karena kurang cukup bukti ya itu hak mereka ya. Tapi kan kita sebagai pelaksana yang nangkap di lapangan boleh dibilang tidak puas, ibaratnya" kata jenderal angkatan laut bintang satu di Makolantamal itu, Senin (4/12).

Pihaknya tidak mengetahui banyak apa masalah kepolisian yang melepas dua orang WNA Malaysia pembawa sabu dan dikembalikan ke negara asalnya.

Baca: Curigai Speedboat Misterius, Lantamal Bongkar Penyelundupan Sabu 3 Kilogram!

Baca: BREAKINGNEWS: Penyelundup 3 Kilogram Sabu Ditangkap di Karimun, Seorang Pelaku WN Asing!

Namun informasi yang dilaporkan kepadanya, kata Eko, bahwa hasil kordinasi Polres Karimun dengan Kejari Karimun menyatakan bahwa berkas penyidikan tidak cukup bukti untuk menjerat tersangka dengan Undang-undang Psikotropika.

"Mereka (Polres Karimun) telah berkordinasi dengan pihak Kejari. Namun yang bisa dikenakan hanya pelanggaran Undang-Undang imigrasi. Padahal kita tahu Narkoba adalah musuh besar kita," tuturnya lagi.

Oleh karenanya, Polres Karimun melalui Imigrasi yang berwenang mendeportasi dua WNA pembawa sabu 3 kilogram dan sejumlah obat-obatan terlarang.

Namun kata Eko, dilepasnya para tersangka itu tidak mematahkan semangat WFQR Satgas narkoba ini untuk memerangi Narkoba di wilayah perairan Kepri.

"Enggak dong. Ini jadi pembelajaran kita juga untuk lebih maksimal kelengkapan nantinya jika kita lakukan penangkapan," ujarnya. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved