Janji akan Ditolong dan Dinikahkan, Belia Rohingya Ini Justru Jadi Budak Sex Selama 12 Hari

Beberapa perempuan Rohingya di penampungan Cox Bazar, Bangladesh, telah dijual sebagai budak seks.

Janji akan Ditolong dan Dinikahkan, Belia Rohingya Ini Justru Jadi Budak Sex Selama 12 Hari
Associated Press
Anak-anak perempuan Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Bangladesh, pada Desember 2016. Anak perempuan Rohingya terpaksa menikah di usia dini demi mendapat jatah bantuan makanan. 

TRIBUNBATAM.ID, DHAKA - Beberapa perempuan Rohingya di penampungan Cox Bazar, Bangladesh, telah dijual sebagai budak seks.

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (3/12/2017), remaja berusia 15 tahun, Khartoun, bukan nama sebenarnya, menceritakan kisahnya yang dijual menjadi budak seks ketika sampai di Bangladesh.

Dengan perahu, dia melarikan diri dari operasi militer yang brutal di Myanmar.

Dia sendirian, ibu, ayah, dan kakaknya terbunuh saat kebakaran melalap desanya, dalam operasi militer di Myanmar.

Khartoun tiba di Bangladesh pada September lalu, sementara dua perempuan lain menyusulnya di pantai dan mengatakan akan membantunya.

"Mereka berkata padaku jika aku pergi bersama mereka, mereka akan menjagaku dan menjodohkanku dengan seorang pria," katanya.

Namun, dia malah dikunci selama tiga pekan dan dijual kepada seorang pria Bangladesh, yang kemudian memerkosanya dan melecehkannya secara seksual selama 12 hari.

"Pria itu berkata akan mencekikku dan menikamku. Dia terus bilang akan membunuhku," ucapnya.

Pria yang membeli Khartoun telah mengembalikannya kepada perempuan yang menjualnya selama 12 hari.

Mereka meninggalkannya di tenda penampungan di Kutupalong, tempatnya tinggal sekarang.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved