TribunBatam/

Di Indonesia Urus SIM A Hanya Rp 120 Ribu tapi di Arab Saudi Bikin Kantong Bolong, LUAR BIASA MAHAL!

Jelang penerbitan aturan yang mengizinkan perempuan di Arab Saudi menyetir sendiri, permintaan akan SIM meningkat.

Di Indonesia Urus SIM A Hanya Rp 120 Ribu tapi di Arab Saudi Bikin Kantong Bolong, LUAR BIASA MAHAL!
elanthemag.com
Wanita Arab Saudi sedang mengemudi. 

TRIBUNBATAM.ID, RIYADH - Jelang penerbitan aturan yang mengizinkan perempuan di Arab Saudi menyetir sendiri, permintaan akan lisensi mengemudi ( SIM) meningkat.

Harian Al Watan, seperti dikutip Arab News Rabu (6/12/2017), permintaan SIM paling banyak terjadi tiga negara yakni Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania.

Total, tiga negara itu mengeluarkan 7.550 SIM dengan biaya yang dihabiskan para perempuan Saudi mencapai 11,6 juta riyal Saudi, atau setara Rp 41,8 miliar.

Artinya, untuk mendapatkan lisensi itu, seorang perempuan Saudi harus merogoh kocek hingga 1.540 riyal Saudi, atau Rp 5,5 juta.

SIM itu bisa diperoleh setelah menyelesaikan 22 jam pelajaran mengemudi dan lulus tes kecakapan di jalan.

Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud (IMSIU) di Riyadh menggelar forum pertama tentang mengemudi bagi perempuan.

Forum ini bakal memberikan praktik kepada para perempuan agar meningkatkan kesadaran mereka untuk lebih berani menyetir kendaraan sendiri.

Jurubicara IMSIU, Ahmed al-Rakban berkata, melalui kegiatan forum ini, universitas sangat mengapresiasi para perempuan yang berniat menyetir sendiri setelah aturan itu diberlakukan Juni 2018.

"Kami bekerja sama dengan Departemen Lalu Lintas Umum untuk menyalurkan ilmu tentang berkendara yang aman. Forum ini juga dihadiri insinyur dan pakar lalu lintas," kata Rakban.

Adapun untuk mendapatkan SIM di Saudi, terdapat beberapa syarat sebagai berikut:

1. Berusia minimal 18 tahun bagi pengemudi kendaraan pribadi

2. Berusia 20 tahun bagi pengemudi kendaraan umum.
3. Tidak mengonsumsi narkoba
4. Sehat jasmani dan rohani
5. Lulus tes mengemudi
6. Membayar biaya pembuatan SIM
7.  Bagi warga non-Saudi, harus mempunyai izin tinggal resmi dari kerajaan. (kompas.com/ Ardi Priyatno Utomo)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help