TribunBatam/

Aksi Kecam Amerika Meluas, Polri Pastikan Keamanan Warga Negara Asing

Langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari warga dunia.

Aksi Kecam Amerika Meluas, Polri Pastikan Keamanan Warga Negara Asing
AFP/Marina Passos
Foto arsip yang diambil pada 11 Januari 2010 menunjukkan pemandangan udara di Yerusalem. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari warga dunia.

Tidak terkecuali di Indonesia, gelombang protes mengalir dari seluruh lapisan masyarakat.

Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan protesnya atas sikap Donald Trump tersebut dan meminta Menteri Luar Negeri memanggil Duta Besar AS untuk Indonesia.

Beberapa elemen masyarakat dikabarkan akan melakukan demonstrasi di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Polri akan siap melakukan pengamanan terhadap warga Amerika Serikat yang ada di tanah air.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, mengungkapkan bahwa pada dasarnya Polri melakukan pengamanan kepada setiap orang yang ada di Indonesia.

"Polri prinsipnya tetap mengamankan semua. Kita tidak melihat apakah itu warga negara siapa, yang penting dia ada di RI pasti aman," ujar Setyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Setyo meminta kepada setiap warga asing untuk tidak khawatir terhadap aksi ini.

Polri siap mengamankan.

"Tidak perlu khawatir. Kita siapkan, kita mengamankan semua masyarakat. Masyarakat ini kan bukan hanya masyarakat Indonesia, masyarakat asing juga aman," tegas Setyo.

Seperti diketahui, Trump berniat memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Hal ini membuat Amerika Serikat menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Para pemimpin dari dunia Muslim dan masyarakat internasional lain memperingatkan bahwa langkah itu menimbulkan potensi kekerasan dan pertumpahan darah.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help