TribunBatam/

Hari Ini, Kasus OTT Dendi N Purnomo Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam

Selama empat jam Dendi di ruang Pidsus Kejari Batam, dan keluar sekitar pukul 14.00 WIB. Dendi kembali dibawa penyidik dari Polda Kepri

Hari Ini, Kasus OTT Dendi N Purnomo Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Dendi N Purnomo (kanan) dan Amir saat ekspose perkara di Mapolda Kepri, Selasa (24/10/2017) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Berkas perkara mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Ir Dendi N Purnomo yang tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Kamis (7/12/2017).

Dendi tiba di Kejari Batam sekitar pukul 10.00 WIB dengan ditemani beberapa penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri langsung menuju ruang pidana khusus (Pidsus) di lantai dua gedung Kejari Batam.

Selama empat jam Dendi di ruang Pidsus Kejari Batam, dan keluar sekitar pukul 14.00 WIB. Dendi kembali dibawa penyidik dari Polda Kepri.

Baca: DUH! Suami Menikah Lagi Saat Istri Jadi TKW di Taiwan. Lalu Posting Foto Pernikahan di Facebook

Baca: Kronologi Romsari Sitanggang, Si Bunga Desa yang Dibunuh di Malaysia. Ingin Pulang Natal Tahun Ini

Baca: Keanggotaan Ganda? KPU Bintan Verifikasi Langsung Keanggotaan Partai Politik! Ini Temuannya!

Kepala Kejari Adi Rochadi Wibowo mengatakan perkara Dendi N Purnomo masuk tahap dua. Penyidik dari Polda Kepri hanya melimpahkan berkas ke Kejari Batam.

"Yang dilimpahkan berkas perkara Dendi N Purnomo saja. Kemudian berkasnya segera dilimpahkan kembali ke Pengadilan," katanya.

Kasi Intel Kejari Batam Supriadi menambahkan berkasnya pelimpahan langsung diperiksa bidang Pidsus.

"Dalam waktu dekat kita limpahkan berkasnya ke Pengadilan. Sementara berkas Amirudin alias Amir Direktur PT Telaga Biru Semesta yang ikut kena OTT masih menunggu pelimpahan tahap dua dari penyidik Polda Kepri," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dendi Purnomo tersangka kasus dugaan suap proyek tank cleaning. Ia terkena OTT Polda Kepri pada 21 Oktober 2017 lalu.

Dendi diamankan bersama seorang pengusaha bernama Amirulah (58)‎ Direktur PT Telaga Biru di kediaman Dendi di kawasan Perumahan Pengairan, Sei Harapan Sekupang.

Dendi juga dikenakan pasal berlapis. Itu setelah, polisi menyangkakan pasal pasal 5 ayat 2, 11, 12 a dan b Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(bur)

Penulis: zabur_anjasfianto
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help