TribunBatam/

Pemko Tanjungpinang Minta Sekolah Pelnusa Bongkar Pos Sekuriti, Ini Alasannya!

Pemko Tanjungpinang Minta Sekolah Pelnusa Bongkar Pos Sekuriti, Ini Alasannya!

Pemko Tanjungpinang Minta Sekolah Pelnusa Bongkar Pos Sekuriti, Ini Alasannya!
tribun/mikhwan
Parkir kendaraan di depan Sekolah Pelnusa yang memakai satu lajur jalan dikeluhkan banyak warga 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Pemerintah Kota Tanjungpinang meminta manajemen Sekolah Pelita Nusantara (Pelnusa) Tanjungpinang untuk membongkar pos penjagaan yang dibangun di depan sekolah. Karena pos tersebut dibangun di atas Daerah Milik Jalan (DMJ).

Baca: Heboh! Setiap Sabtu-Minggu Malam Ada Pelangi di Tanjungpinang! Mengejutkan Inilah Sumber Asalnya!

Baca: BREAKINGNEWS: Misterinya Terjawab! DPRD Kepri Pilih Isdianto Wagub Secara Aklamasi!

Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah Pemko Tanjungpinang melakukan rapat koordinasi lintas instansi. Karena keberadaan pos security tersebut dinilai menjadi satu di antara beberapa biang kemacetan di depan sekolah tersebut.

Demikian disampaikan Muhammad Yamin Kabid Lalu Lintas Jalan, Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang.

Menurutnya pihaknya sudah memanggil managemen Pelnusa untuk membongkar pos tersebut. Karena pembangunan pos tersebut juga tidak ada dalam master pland,

"Lokasi pos tersebut kalau dibongkar bisa digunakan untuk naik turun siswa. Kita sudah wanti-wanti untuk membongkar pos tersebut dan memindahkan ke dalam. Kata mereka saat liburan sekolah baru akan dibongkar," katanya.

Menurut Yamin, managemen Pelnusa beralasan, bila dilakukan pembongkaran saat sekolah dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan siswa. Karena imbas debu pembongkaran.

"Kita minta ditata lagi. Posnya dibangun masuk ke dalam," katanya.

Dari analisa lalu lintas, keberadaan pos tersebut saat ini memang menghambat dan mengganggu arus lalu lintas.

Terlebih di depan sekolah yang berada di Jalan Basuki Rahmat tersebut sangat ramai kendaraan. Sehingga saat jam pulang sekolah, kemacataan sulit dielak.

"Kita juga usul Pelnusa buat dua pintu. Jadi tidak hanya bertumpu pada satu pintu saja," katanya.

Menurutnya, bangunan sekolah tersebut sudah tidak bisa mundur lagi karena keterbatasan lahan.

Namun upaya penataan depan sekolah harus dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Karena kemacatan kerap terjadi saat jam pulang sekolah karena banyaknya mobil penjemput yang parkir di jalan raya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help