Penumpang Saksikan Rudal Korea Utara dari Pesawat, Singapore Airlines Ubah Rute Terbang

Seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Channel NewsAsia, Kamis (7/12/2017), perubahan yang dilakukan untuk rute penerbangan Seoul-Los Angeles.

EPA
Warga Korea Selatan menyaksikan berita ujicoba nuklir Korea Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Singapore Airlines mengambil tindakan untuk melakukan perubahan rute beberapa penerbangan, karena khawatir akan provokasi ujicoba Korea Utara.

Seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Channel NewsAsia, Kamis (7/12/2017), perubahan yang dilakukan untuk rute penerbangan Seoul-Los Angeles.

Hal ini sebagai resnpons terhadap semakin meningkatnya ujicoba nuklir balistik yang dilakukan Pyongyang sehingga dikhawatirkan akan membahayakan penerbangan.

Soalnya, Rabu pekan lalu, penumpang Cathay Pacific melihat aktivitas peluncuran rudal itu dari dalam pesawat.

Rute Los Asngeles-Seoul ini melwati Laut Jepang yang menjadi wilayah ujicoba nuklir antarbenua Korut.

Pyongyang telah menerima kritik global atas peluncuran rudalnya tersebut.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada bulan Oktober lalu mengecam tindakan negara itu karena beberapa kali melakukan ujicoba di wilayah penerbangan internasional.

Korea Utara, anggota ICAO, diminta untuk memberikan penjelasan tentang hal tersebut, namun belum memberikan jawaban.

Para penumpang Cathay Pacific CX893 melihat detik-detik rudal itu meledak di lautan Jepang, Rabu pekan lalu.

Pyongyang meluncurkan seri terbaru nuklir antarbenua mereka sebagai provokasi untuk lawan-lawannya yang terus menekan negara otoriter tersebut.

Pesawat itu melakukan perjalanan ke Hong Kong dari San Francisco, dilaporkan melihat rudal tersebut sehingga pilot kemudian melaporkan hal ini kepada otoritas kontrol lalulintas udara, demikian AFP.

Maskapai Hong Kong ini Senin lalu mengatakan bahwa awak pesawatnya melihat apa yang mereka yakini sebagai rudal yang diluncurkan oleh Korut.

The New Straits Times

Korut melepaskan rudal balistik antar benua yang diyakini mampu menyerang daratan AS, Rabu lalu.

Cathay tidak merinci koordinat penerbangan pada saat penampakan tersebut.

Namun, awak kapal CX893 telah memberitahukan hal itu kepada kontrol lalulintas udara Jepang, sesuai prosedur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved