Orangtua Hezkiel: Dia Anak Baik, Setiap Pagi Selalu Antarkan Adiknya ke Sekolah

Dengan rasa duka yang sangat mendalam, Irwansyah mengatakan apa yang dirasakan keluarga sangat berat terkait meninggalnya anak pertama mereka.

Orangtua Hezkiel: Dia Anak Baik, Setiap Pagi Selalu Antarkan Adiknya ke Sekolah
Ahmad Irwansyah, orangtua Hezkiel 

Laporan Tribun Batam Ian Sitanggang

TRIBUNBATAM, id. BATAM -  "Kami hanya berharap pelakunya dihukum setimpal dengan apa yang sudah kami rasakan anak kami sudah pergi untuk selamanya."  

Inilah ungkapan Ahmad Irwansyah, orangtua Hezkiel Pangaribuan (14), korban pengeroyokan yang mengakibatkan anaknya meninggal dunia.

Dengan rasa duka yang sangat mendalam,  Irwansyah mengatakan apa yang dirasakan keluarga sangat berat terkait meninggalnya anak pertama mereka.

Baca: Terkait Tewasnya Hezkiel di Batuaji, Satu Orang Diamankan di Bintan. Ini Penjelasan Kasat Reskrim

Baca: Ternyata Hezkiel Bukan Dikeroyok oleh Kelompok Begal, Ini Penyebab Hezkiel Tewas Menurut Polisi

"Saya tidak bisa lupakan kebaikan anak saya ini terhadap orangtua. Setiap hari sebelum berangkat sekolah, dia lebih dulu mengantarkan adiknya ke sekolah, " kata Irwansyah ketika ditemui di Polsek batuaji, Senin (11/12/2017).

Irwansyah mengatakan kepergian anaknya sangat cepat dan tidak meninggalkan sepatah kata pun.

"Sebagai orangtua,  susah untuk mengikhlaskan kepergian anak saya. Kalau dia pergi karena sakit, kita bisa ikhlas. Tetapi anak saya ini pergi oleh perbuatan keji dan sangat kejam," kata Irwansyah.

Irwansyah mengatakan, selama satu minggu dirawat secara intensif di ruang ICU RSUD EF,  Hezkiel tidak bisa bicara,  bahkan bergerak sekalipun tidak bisa.

"Dari  keterangan dokter, anak kami mendapatkan luka dalam yang sangat serius di bagian otak belakang. Otak belakang pecah dan syaraf otak lumpuh total," katanya.

Sebagai orangtua Irwansyah mengatakan kepada dokter agar dilakukan operasi,  tetapi luka yang dialami oleh anaknya tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi.

"Kata Dokter, walapun dilakukan operasi hanya 15 persen saja ada kemungkinan selamat," kata Irwansyah.

Irwansyah berharap pelakunya bisa dihukum seumur hidup.

"Tadi kami di telepon oleh pihak kepolisian,  katanya pelakunya sudah ditangkap. Saya datang karena polisi ingin meminta keterangan dari orangtua," kata Irwansyah.

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved