Hadapi Tahun Politik, Inilah Hal Penting yang Diminta Jokowi Pada Para Pengusaha

Pada tahun 2018, akan ada 171 Pilkada yang dilaksanakan serentak di seluruh penjuru Indonesia dan Pilpres pada 2019.

Hadapi Tahun Politik, Inilah Hal Penting yang Diminta Jokowi Pada Para Pengusaha
KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). (KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado) 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak para pengusaha dan ekonom agar tidak pesimistis menghadapi tahun 2018 yang merupakan tahun politik.

Pada tahun 2018, akan ada 171 Pilkada yang dilaksanakan serentak di seluruh penjuru Indonesia, dengan proporsi pemilih mencapai tiga per empat dari total pemilih Pilpres tahun 2019 mendatang.

"Tahun 2014 kita ada Pilpres, wait and see. 2015 ada kurang lebih 150-an Pilkada, apa wait and see lagi? 2016 ada 101 Pilkada, wait and see. Nanti tahun 2018 ada 171 Pilkada, wait and see lagi. Nanti 2019 ada Pilpres wait and see lagi. Apakah mau seperti itu?" kata Jokowi saat berpidato pada acara Sarasehan kedua 100 Ekonom Indonesia di Grand Sahid Jaya, Selasa (12/12/2017).

Jokowi menanyakan, mau sampai kapan sikap wait and see itu dipertahankan para pengusaha dan ekonom.

Baca: MENGERIKAN! Bak Letusan Gunung Merapi, Kebakaran Hutan California Menggila. Asapnya Tebal di Udara

Dia memberikan pandangan, Indonesia telah terbiasa menjalankan baik Pilkada maupun Pilpres.

Terlebih, Indonesia bukan pertama kali melaksanakan Pilkada secara serentak dan tidak ada sesuatu yang sampai sangat mengganggu dunia ekonomi pada umumnya.

"Kemarin baik-baik saja, aman-aman saja itu. Ekonomi kita tidak terpengaruh dengan Pilkada yang kemarin-kemarin kita jalankan," tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi turut mengajak semua pihak untuk memilah persepsi antara urusan ekonomi dengan urusan politik.

Baca: SELAMAT Hari Gunung! Kenapa ya Gunung Tampak Biru dari Kejauhan? Ini Jawaban Ilmiahnya

Bila kedua hal tersebut memang berhubungan, disebut Jokowi ada dampak peningkatan kegiatan ekonomi di tahun politik berdasarkan pengalaman selama ini.

"Saya tadi dibisiki Pak Darmin, bisa nambah berapa sih kalau pas ada kontestasi Pilkada itu. 0,2 sampai 0,3 persen, nambah karena belanja iklan, spanduk, kaos, sembako, justru naik. Tapi yang ngomong bukan saya, ekonom juga, Pak Darmin Nasution," ujar Jokowi.

Dia kembali mengajak semua pihak optimistis menjelang tahun 2018.

Jangan sampai ketika negara lain melihat optimistis pertumbuhan ekonomi di Indonesia, warga di dalam negeri malah bersikap sebaliknya. (kompas.com/ Andri Donnal Putera)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved