Tolak Pernyataan Donald Trump Tekait Yerusalem, MUI Akan Serukan Boikot Produk Amerika

Andaikata itu tidak juga (dilakukan), kita akan ajak seluruh dunia untuk melakukan boikot produk Amerika

Tolak Pernyataan Donald Trump Tekait Yerusalem, MUI Akan Serukan Boikot Produk Amerika
Warta Kota/Alex Suban
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin bersama Public Affairs & Community Manager Coca-Cola Andrew Hallatu menunjukkan minuman Coca Cola yang mendapat penghargaan Halal Top Brand 2017 dalam Festival Indonesia International Halal Expo 2017 di Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Pameran yang diikuti berbagai produk yang berstempel Halal dari MUI ini berlangsung hingga Sabtu (18/11). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Palestina, adalah pernyataan yang harus ditolak menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin.

Oleh karena itu, lembaga yang ia pimpin akan menggagas Aksi Bela Palestina yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat,  Minggu (15/12/2017)  mendatang.

Ma'ruf Amin kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor MUI, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017), mengatakan melalui aksi tersebut, pihaknya sangat berharap Donald Trump dapat menarik pernyataannya terkait Yerusalem dan soal rencana pemindahan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Baca: 13 Wanita Akhirnya Angkat Bicara dan Klaim Telah Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Donald Trump

Baca: Kapolres ini Kesal, Si Nenek Tak Jera Jual Pil Dextro. Sekarang Jumlahnya 4000

Baca: Di Yerusalem, Umat Muslim, Kristen dan Yahudi Bersatu Menentang Israel. Begini Pergerakan Mereka

"Kita berharap (AS) tidak jadi memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv. Kita minta supaya jangan ada negara lain yang ikut ajakan Trump. Andaikata itu tidak juga (dilakukan), kita akan ajak seluruh dunia untuk melakukan boikot terhadap produk-produk Amerika," katanya.

Bangsa Palestina sampai saat ini masih hidup di bahwa penjajahan dan upaya mendamaikan Palestina - Israel, masih terus dilakukan sejumlah pihak, termasuk PBB.

Di tengah kondisi tersebut, Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang menihilkan keberadaan Palestina serta menganggu upaya perdamaian kedua negara.

"Donald Trump Presiden Amerika justru menetapkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel, ini yang jadi geger dunia, dan mendapat penolakan dari seluruh dunia, ada demonstrasi di mana-mana," katanya.

Halaman
12
Editor: Abd Rahman Mawazi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved