BALADA Warga Kalteng yang Kesulitan Dapat Bensin bahkan Harganya sampai Rp 20 Ribu Seliter

Mendapatkan BBM bagi orang-orang yang tinggal di kota tidaklah begitu sulit, tapi tidak demikian bagi yang tinggal di daerah terpencil.

BALADA Warga Kalteng yang Kesulitan Dapat Bensin bahkan Harganya sampai Rp 20 Ribu Seliter
Kompas.com/Dani J
SPBU Modular ini berada di balik ribuan hektar perkebunan sawit. Mereka melayani 11 desa terpencil di Seruyan, Kalteng. 

TRIBUNBATAM.ID, SERUYAN - Mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bagi orang-orang yang tinggal di kota tidaklah begitu sulit, tapi tidak demikian bagi yang tinggal di daerah terpencil.

Inilah yang dialami oleh warga Seruyan, Kalimantan Tengah. Bahkan mereka harus membayar Rp 20 ribu untuk seliter bensin sebelum adanya SPBU di daerah itu.

Jarli, 28 tahun, rutin menjual kosmetik dari desa ke desa di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Usahanya dirasa semakin lancar dengan adanyaBBM satu harga di daerahnya.

Pemuda asal Desa Telaga Pulang ini memerlukan 40 liter bensin tiap hari untuk operasi Kijang Super 1992 miliknya keliling minimal 4 desa.

"Sekarang lebih mudah mendapat bensin ( premium) sejak ada SPBU," kata Jarli selagi antre di SPBU Modular di Desa Tanjung Pulang, Danau Sembuluh, Jumat (15/12/2017).

Sebelum SPBU berdiri di sana, Jarli harus membeli bensin dengan harga Rp 10.000 hingga 20.000 per liter.

Harganya tergantung mudah atau tidaknya mendapatkan bensin.

Baca: Motor Lagi Dipanasin Dibawa Kabur. Dikejar Warga, Eh Motor Habis Bensin. Pria Ini pun Babak Belur

Jalan masuk ke desa-desa di Danau Sembuluh sendiri berada di kilometer 65 jalan beraspal mulus poros Kota Sampit ke Pangkalan Bun, Kalteng. Perkebunan kelapa sawit menjadi pemandangan sepanjang perjalanan itu.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help