KALEIDOSKOP 2017

Maret 2017 - KEREN, Kapal Pertama Buatan Batam Tak Konsumsi Bahan Bakar, Tapi Ini Penyuplainya!

kapal ini juga dibangun menggunakan bahan-bahan dari Indonesia terutama logamnya

Maret 2017 - KEREN, Kapal Pertama Buatan Batam Tak Konsumsi Bahan Bakar, Tapi Ini Penyuplainya!
tribunbatam/ian pertanian
Direktur Jenderal Industri Logam, Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan. Bersama pemilik PT Sumber Marine Shipiyard berfoto di Kapal MV Irina 

TRIBUNBATAM.id - Direktur Jenderal Industri Logam, Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, laksanakan kunjungan sekaligus peninjauan pembangunan Kapal MV. Iriana, yang dikerjakan oleh Pt Sumber Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Batam.

I Gusti, beberapa kali melemparkan pujian dan rasa bangga melihat produk yang dikerjakan oleh Galangan Kapal Pt Sumber Marine Shipyard."Kapal ini besar sekali ya, saya pikir hanya 5.000 ton kapasitasnya, ternyata ini sampai 10.000 ribu ton, ini proyek luar biasa,"katanya saat melihat kapal MV Iriana, yang sedang dalam pengerjaan di Pt Sumber Marine Shipyard.

Dalam kunjungannya itu, I Gusti juga tidak melewatkan kesempatan untuk melihat dan meninjau langsung seluruh bagian-bagian kapal MV Iriana, mulai dari mengelilingi kapal sampai masuk ke dalam ruang control kapal/Wheelhouse yang ada di dek atas."Kapal ini sangat luar biasa, bangga melihatnya,"kata Gusti.

 
Kapal MV. Iriana yang dikerjakan oleh PT Sumber Marine, milik Pt. Andalas Bahtera Baruna (Pt ABB), adalah kapal angkut semen curah pertama yang diproduksi di Galangan kapal Indonesia dengan sistem Electric Propulsion. Dimana kapal dengan panjang 117 meter, lebar 25,6 meter dan tinggi 7,9 meter, dengan kapasitas 10.000 ton, digerakkan dengan tenaga electric bukan dengan Bahan bakar minyak.

"Saya sangat bangga melihat produk Indonesia, dengan melihat kapal ini, berarti produk Indonesia tidak kalah dengan produk negara lain, kapal ini juga dibangun menggunakan bahan-bahan dari Indonesia terutama logamnya,"katanya.

Setelah selesai melakukan peninjauan terhadap semua bagian kapal MV Iriana, I Gusti, menuturkan nantinya pihaknya akan ikut serta untuk mempromosikan galangan kapal yang ada di Batam, ke negara-negara lain."Ke depan, kita akan berusaha untuk mempromosikan galangan kapal di Batam kepada negara lain, apalagi galangan kapal di Batam ini memang sudah memiliki kelebihan dalam pembangunan kapal dan juga pengerjaan fabrikasi migas,"terang I Gusti.

Dalam kesempatan tersebut I Gusti juga menjelaskan dimana Pemerintah Indonesia saat ini sedang membuka kembali untuk usaha pertambangan."Mudah-mudahan nantinya setelah pertambangan mulai jalan, industri galangan kapal di Batam, bangkit kembali,"terangnya.

Meski saat ini kata I Gusti, banyak pengusaha dan investor yang hendak menanamkan modalnya dalam bidang pertambangan meminta izin agar mengimpor kapal tongkang bekas dari luar."Inilah sekarang yang sedang diperdebatkan dipusat, antara pemerintah dengan para pengusaha,"kata I Gusti.

Di tempat yang sama Haneco, owner Pt Sumber Marine Shipyard, menjelaskan kapal MV Iriana, murni hasil karya anak bangsa Indonesia."Kapal ini kita bangun mulai dari dasar sampai dengan finishing dikerjakan oleh anak Bangsa Indonesia. Bukan hanya itu semua karyawan subkontraktornya adalah orang Indonesia,"terangnya.

Haneco juga menjelaskan kapal MV Iriana, adalah kapal angkut semen curah pertama yang dikerjakan Galangan kapal di Indonesia dengan menggunakan sistem Electric Propulsion.

"Kapal ini tidak digerakkan oleh Main Engine yang mengkonsumsi bahan bakar, tetapi oleh tenaga listrik yang dihasilkan oleh Electric Motor, jadi lebih irit dan ramah lingkungan. Untuk kapal angkut semen curah yang menggunakan sistem Electric Propulsion, Indonesia adalah negara ketiga, setelah Jepang dan Taiwan. Kita rencanakan kapal ini akan diluncurkan pada tanggal 25 Maret 2017 yang akan datang,"kata Haneco. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved