Karena Hasil Tangkapan Ilegal, 22,198 Ton Ikan Ini Dimusnahkan

Barang bukti hasil perikanan dan pertanian yang dimusnakan berupa 22,198 ton ikan hasil tangkapan secara ilegal dan 14,060 ton daging olahan

Karena Hasil Tangkapan Ilegal, 22,198 Ton Ikan Ini Dimusnahkan
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Pemusnahan hasil tangkapan perikanan dan hasil olahan pertanian secara ilegal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pegendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di kawasan Barelang, Rabu (20/12/2017) 

TRIBUNBATAM, id. BATAM - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pegendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM),  laksanakan pemusnahan tangkapan hasil perikanan yang masuk wilayah Republik Indonesia secara ilegal.

Pemusnahan hasil perikanan dan pertanian secara ilegal itu dilaksanakan di kawasan Barelang, tepatnya kurang lebih 500 meter dari jembatan tiga Barelang.

Barang bukti hasil perikanan dan pertanian yang dimusnakan berupa 22,198 ton ikan hasil tangkapan secara ilegal dan 14,060 ton daging olahan.

Baca: Kecelakaan Beruntun Bus Wisata, Truk dan Mobil di Singapura. Puluhan Orang Terluka. Lihat Videonya

Baca: DI Anambas Kini Ada Satgas dan Posko Bencana dan Laka Laut. Info Kejadian Bisa Hubungi Nomor Ini

Baca: Panglima TNI Anulir Mutasi yang Diteken Gatot Nurmantyo. Ini Penjelasan Kapuspen TNI

Melalui siaran persnya Rina kepala BKIPM mengatakan hasil perikanan dan pertanian yang dimusnakan adalah hasil perikanan yang masuk ke Indonesia tidak dilengkapi dsmgan sertifikat kesehatan ikan dari negara asal, dan tidak dilengkapi dengan ijin pemasukan hasil perikanan (IPHP).

Dia mengatakan hasil ikan dan pertanian itu tidak dilaporkan kepada petugas BKIPM serta kantor dan Beacukai tembilahan kepulauan Riau.

Rina mengatakan ikan dan olahan perikanan tersebut diangkut oleh kapal KM.  Sinar Abadi 5, yang bertolak dari pelabuhan Tanjung Batu Moro,  dan berlayar menuju Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia atau pelabuhana Jurong Singapura,  selanjuynya bertolak ke pelabuhan Telaga Punggur Batam.

"Kapal kita amankan karena tidak memiliki surat izin berlayar dan tidak memiliki surat izin memasukkan iakn ke Batam, "kata Rina.(Ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved