Masih Berani Tidak Daftar Kartu GSM Prabayar? Terimalah Kenyataan ini Setelah 28 Februari Nanti

Meskipun kami memberikan kelonggaran, kami berharap pengguna kartu prabayar melakukan registrasi sebelum 28 Februari 2018.

Masih Berani Tidak Daftar Kartu GSM Prabayar? Terimalah Kenyataan ini Setelah 28 Februari Nanti
Seorang pelanggan menanyakan perihal registrasi ulang bagi pengguna kartu prabayar di salah satu konter pulsa di Shoping Centre, Bengkong, Batam, Selasa (31/10/2017) 

TRIBUNBATAM.id - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI), Ahmad M. Ramli menyatakan, setelah tanggal 28 Februari 2018, bagi masyarakat yang belum melakukan registrasi akan diberikan masa tenggang selama 60 hari.

Hal tersebut disampaikan Ahmad M. Ramli dalam konferensi pers "100 Juta lebih nomor sudah registrasi. Apa Selanjutnya?" yang digelar di Hotel Le Meridien, Rabu (20/12).

Dalam masa tenggang itu, pada 30 hari pertama ketika pengguna tidak juga melakukan registrasi ulang maka kartu prabayar miliknya tidak dapat melakukan panggilan keluar (outgoing call) dan mengirim SMS (pesan).

Baca: Melambai ke CCTV, Lalu Li Rusak 8 Mesin ATM dengan Batu Bata. Alasannya Sungguh tak Masuk Akal

Baca: Inilah Si Pencipta Lagu Jaran Goyang hingga Lagunya Populer di Youtube

Baca: Pulau Ini Unik & Cantik, Pasir Putih & Laut Jernih tapi Penghuninya Bukan Manusia, Melainkan. . .

Setelah itu 15 hari berikutnya, ketika pengguna tidak melakukan registrasi ulang juga, kartu prabayar miliknya tidak akan bisa menerima telepon (incoming call) dan menerima SMS.

Jadi, pada hari ke 45 pengguna hanya bisa menggunakan kartu untuk internet saja namun tidak bisa menggunakannya untuk melakukan komunikasi, baik via telepon ataupun SMS.

Kartu prabayar baru akan benar-benar terblokir atau tidak bisa digunakan ketika sampai hari ke 60 setelah tanggal 28 Februari 2018 pengguna tidak juga melakukan registrasi ulang.

Hal ini berarti kartu akan benar-benar terblokir atau tidak bisa digunakan pada akhir bulan April tahun 2018.

Halaman
12
Editor: Abd Rahman Mawazi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help