Mulai Lirik Pariwisata, Arab Saudi Berlakukan Visa Turis pada Awal 2018

Pemerintah Arab Saudi sepertinya semakin serius menggenjot sektor pariwisata sebagai alternatif devisa negara mulai tahun 2018.

Mulai Lirik Pariwisata, Arab Saudi Berlakukan Visa Turis pada Awal 2018
KOMPAS.com
Abraj Kudai, sebuah hotel terbesar di dunia akan dibuka di kota Mekkah, Arab Saudi tahun depan. 

TRIBUNBATAM.id, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi sepertinya semakin serius menggenjot sektor pariwisata sebagai alternatif devisa negara mulai tahun 2018.

Untuk pertama kalinya negara itu mulai memberlakukan visa turis di awal 2018 nanti.

Visa turis ini memang masih diberlakukan untuk sejumlah negara tertentu dengan sejumlah pembatasan.

Seperti dilaporkan AFP, visa turis tersebut mulai diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2018, kata pejabat pariwisata.

Ini adalah untuk pertama kalinya Arab Saudi yang terkenal ketat, mengeluarkan visa turis dalam reformasi ekonomi negara tersebut.

Pangeran Sultan bin Salman bin Abdulaziz mengatakan kepada AFP bahwa kerajaan akan menerapkan visa elektronik tahun depan.

"Kami sekarang baru saja mempersiapkan peraturan, siapa saja yang berhak mendapatkan visa dan cara mendapatkannya," tambah kepala Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi yang juga putra Raja Salman itu, Selasa (19/12/2017).

Langkah untuk membuka sektor pariwisata adalah pergeseran besar bagi Arab Saudi yang merombak ekonomi mereka secara radikal untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan melepaskan citra konservatif.

Selama ini, Arab Saudi sangat ketat dan kaku terhadap pendatang, kecuali umat Islam yang melakukan ibadah haji dan umrah.

Dengan pencanangan sektor pariwisata ini, Arab Saudi berencana membuka sejumlah situs penting bagi para wisatawan.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved