NELANGSA, Belasan Tahun Tasmuni Hidup dengan Kaki 60 Kg. Kata Dokter Bukan Kaki Gajah atau Kanker

Aktivitas Tasmuni (28), warga Dusun Tembelang, Desa Bareng Kecamatan Kabat tidak seperti orang pada umumnya.

NELANGSA, Belasan Tahun Tasmuni Hidup dengan Kaki 60 Kg. Kata Dokter Bukan Kaki Gajah atau Kanker
KOMPAS.com/Ira Rachmawati
Tasmuni (28) warga Dusun Tembelang Desa Bareng Kecamatan Kabat yang kakinya membesar hinga seberat 60 kilogram beserta kedua orangtuanya. 

Tasmuni kemudian menunjukkan kondisi benjolan di kakinya yang tertutup celana kain yang dijahit sedemikian rupa di bagian bawah sehingga menutupi seluruh daging yang membesar.

"Kalau yang bagian bawah ini dipegang sudah nggak kerasa tapi kalau yang atasnya yang menggelembir ini dipegang masih terasa," katanya sambil menyingkap kain celananya.

Terlihat beberapa luka yang mengeluarkan nanah dari daging yang tumbuh di kakinya.

Tasmuni menduga, luka tersebut muncul karena tergesek benda tajam saat berjalan.

"Namanya juga di bagian kaki, kadang kena kayu, batu, atau apa gitu sampai lecet. Biasanya kalau sudah luka gini saya cuci dan saya gosok saat mandi. Kadang dikasih obat yang dibawa petugas puskesmas yang rutin datang ke sini," jelasnya.

Tasmuni sudah beberapa kali ke dokter mulai puskesmas, RSUD Blambangan, hingga ke rumah sakit di Surabaya, namun tidak ada kejelasan yang pasti penyakit apa yang dia derita.

Baca: WOW Negara Bisa Hemat Biaya Makan Napi Rp 174 Miliar. Pertanda Jumlah Napi Berkurang?

Tasmuni (28) warga Dusun Tembelang Desa Bareng Kecamatan Kabat yang kakinya membesar hinga seberat 60 kilogram beserta kedua orangtuanya.
Tasmuni (28) warga Dusun Tembelang Desa Bareng Kecamatan Kabat yang kakinya membesar hinga seberat 60 kilogram beserta kedua orangtuanya. (KOMPAS.com/Ira Rachmawati)

Terakhir September 2017, sebagian kecil daging di kakinya diambil sebagai sample untuk diperiksa.

"Tahun 2009 saya ke rumah sakit di Surabaya terus ke beberapa ke rumah sakit Banyuwangi tapi masih belum tau apa penyakitnya. Kanker bukan, tumor juga bukan, kaki gajah juga bukan," katanya.

Selama ini, dia hanya melakukan perawatan jalan dan mendapatkan kunjungan rutin dari petugas puskesmas terdekat.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help