Pemko Tanjungpinang Hitung Kuota Kebutuhan PNS, Persiapan Penerimaan CPNS

Secara umum, lanjutnya, kuota pegawai yang diperlukan sebanyak 1017 formasi.

Pemko Tanjungpinang Hitung Kuota Kebutuhan PNS, Persiapan Penerimaan CPNS
TRIBUN JOGJA / HASAN SAKRI GHOZALI
Buku latihan soal tes calon pegawai negeri spil (CPNS) yang dijual di lokasi penyerahan berkas lamaran di Youth Center, Sleman, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Permohonan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang mendapatkan "angin segar" dari Kementerian Pemberdayaan dan Aparatur Negara (PANRB).

Pemko Tanjungpinang diminta Kementerian PANRB untuk melengkapi dokumen Analisis Jabatan (Anjab) sesuai Setruktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) saat ini.

Kepala Dinas Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kota Tanjungpinang Tengku Dahlan mengatakan, saat ini pihaknya bersama bagian Organisasi Tata Laksana tengah minghitung ulang kebutuhan pegawai sesuai dengan SOTK 2017 ini. 

Hal tersebut dilakukan setelah Pemko menerima surat dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Dokumen Anjab tersebut nantinya akan diserahkan ke Kementerian PANRB. Pemko Tanjungpinang diberi batas waktu paling lambat Januari 2018.

"Pada 2016 kita sudah mengajukan kuota penerimaan CPNS sesuai dengan Anjab saat itu. Sekarang kita diminta membuat Anjab sesuai dengan SOTK 2017. Karena 2016 kita pakai SOTK lama," katanya, Rabu (20/12).

Secara umum, lanjutnya, kuota pegawai yang diperlukan sebanyak 1017 formasi.

Dari jumlah persebut Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajukan 400 formasi pada 2016 lalu. Sebagian besar adalah guru dan tenaga medis. 

"Intinya sekarang kita melengkapi data dulu. Soal kapan pelaksanaan penerimaan dan bagaimana persiapan dananya itu tentu setelah kuota dan formasi keluar. Tapi kita berharap 2018 mendatang bisa dilaksanakan penerimaan," katanya. (iwn)

Selengkapnya baca Tribun Batam edisi Kamis, 21 Desember 2017

Penulis: M Ikhwan
Editor: Abd Rahman Mawazi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help