WOW Negara Bisa Hemat Biaya Makan Napi Rp 174 Miliar. Pertanda Jumlah Napi Berkurang?

Semua total warga binaan itu dikalkulasikan dengan biaya makan per hari, sehingga didapat angka Rp 174 miliar.

WOW Negara Bisa Hemat Biaya Makan Napi Rp 174 Miliar. Pertanda Jumlah Napi Berkurang?
tribunbatam.id/istimewa
Suasana saat menjelang pelepasan Kepala Lapas Bintan, Darwin Tampubolon, yang diiringi isak tangis narapidana, Rabu (1/11/2017) 

TRIBUNBATAM.ID- Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mengaku telah menghemat anggaran makan bagi warga binaan sepanjang tahun ini sebesar Rp 174 miliar.

Efisiensi biaya makan itu didapati dari warga binaan yang didapat dari program pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas.

"Biaya makan per napi atau warga binaan Rp 14.000 per hari, dikalikan dengan total napi yang dapat program-program tersebut," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, melalui keterangan tertulis kepada Kompas.compada Rabu (20/12/2017).

Menurut Utami, dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2017, ada 23.653 warga binaan yang masuk dalam program pembebasan bersyarat, lalu 32.351 warga binaan yang menerima cuti bersyarat, serta 604 warga binaan yang menjalani cuti menjelang bebas.

Semua total warga binaan itu dikalkulasikan dengan biaya makan per hari, sehingga didapat angka Rp 174 miliar.

Untuk program pembebasan bersyarat, bisa diterima warga binaan dengan salah satu ketentuannya sudah menjalani dua per tiga dari total masa tahanannya.

Baca: Titisan Darah Mediang Muammar Gaddafi Calonkan Diri Jadi Presiden Libya. Lihat Sepak Terjangnya

Baca: Dituduh Pasok Rudal ke Yaman, Iran: Jangankan Kirim Senjata, Bantuan Kemanusiaan pun Susah Masuk

Utami memisalkan, jika rata-rata warga binaan dipidana selama tiga tahun, maka dia hanya menjalani dua tahun masa hukuman sedangkan satu tahunnya berikut dengan biaya makan, dapat dihemat.

"360 hari dikali dengan Rp 14.000, totalnya Rp 5.040.000 untuk satu napi," tutur Utami.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help