128 Negara Tentang keputusan Trump soal Yerusalem, Nikki Haley: 'Kedutaan Besar akan Tetap Pindah'

Setelah mengatahui hasil dari voting ini, Amerika Serikat tetap ingin memindahkan kantor kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem

128 Negara Tentang keputusan Trump soal Yerusalem, Nikki Haley: 'Kedutaan Besar akan Tetap Pindah'
un.org/UN Photo/Manuel Elias
Ruang sidang Majelis Umum PBB 

TRIBUNBATAM.ID -- Pemungutan suara (voting) di sidang darurat Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017), menghasilkan 128 negara yang menentang langkah Amerika Serikat mengenai pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sidang darurat ini dilakukan setelah Amerika Serikat mengambil langkah veto di sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin (18/12/2017).

Amerika menggunakan hak veto nya untuk menolak rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta negara itu membatalkan pengakuannya tetang Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Saat sidang Dewan Keamanan PBB, hanya Amerika Serikat yang menentang rancangan resolusi tersebut dari 15 anggota.

Karena hal ini, Palestina dan beberapa negara meminta digelar sidang darurat Majelis Umum PBB yang akhirnya dilaksankan pada Kamis (21/12/2017).

Baca: Ternyata Bukan Terkait Teroris Pria Ini Nekat Tabrakan SUV Putih ke Kerumunan Massa, Melainkan . . .

Landasan Sidang Darurat

Resolusi PBB 377 yang terbit pada 1950 menjadi payung hukum penyelenggaraan sidang darurat Majelis Umum PBB dalam hal Dewan Keamanan PBB gagal membuat resolusi terkait perdamaian karena penggunaan hak veto.

Prosedur ini dikenal dengan sebutan "uniting for peace". Ketentuan lengkap mengenai prosedur ini dapat disimak lewat link https://www.un.org/en/ga/sessions/emergency.shtml.

Baca: Usianya Baru 5 Tahun tapi Sudah 2 Kali Jadi Korban Penembakan, Bahkan Rahangnya Pernah Hancur

Halaman
123
Penulis: Rika Apriyanti
Editor: Rika Apriyanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help