Perahu Pribadi yang Ditumpangi 21 Warga Tenggelam di Waduk Cirata, 7 Petani Cabai pun Hilang

Sebuah perahu milik pribadi yang dinaiki 21 orang karam di kawasan Waduk Cirata

Perahu Pribadi yang Ditumpangi 21 Warga Tenggelam di Waduk Cirata, 7 Petani Cabai pun Hilang
Dok Humas Kantor SAR Bandung
Petugas tengah menyusuri Waduk Cirata guna mencari korban hilang dalam kejadian perahu tenggelam, Kamis (21/12/2017) sekitar pukul 14.00. 

TRIBUNBATAM.ID, PURWAKARTA - Sebuah perahu milik pribadi yang dinaiki 21 orang karam di kawasan Waduk Cirata pada Kamis (21/12/2017).

Diketahui tujuh orang masih dalam pencarian dan sisanya bisa diselamatkan setelah tenggelam.

Korban merupakan para petani cabai asal Desa Sirnagalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, yang sehari-hari sebagai petani cabai di pulau kecil di danau tersebut.

"Para penumpang ini pulang dari memetik cabai. Mereka semua warga Rawa Baru, Desa Sirnagalih yang akan menyeberang pulang dari sebuah pulau kecil di tengah danau. Dalam perjalanan semua perahu bocor, akibatnya semua tenggelam. Tujuh orang lagi sedang dalam pencarian," Jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Purwakarta, Wahyu Wibisono, Jumat (22/12/2017).

Wahyu menambahkan, saat kejadian itu, cuaca dalam keadaan gelap disusul hujan deras.

Pencarian pun sempat mengalami kesulitan dan dihentikan sementara sampai Kamis malam dan dilanjutkan Jumat pagi.

"Pencarian baru dilanjutkan kembali tadi pagi," tambah Wahyu.

Baca: Hamil Anak ke-4, Ibu Muda Ini Ditinggal Pacarnya. Dia Putus Asa hingga Sepotong Ayat Menyadarkannya

Baca: Ibu Cantik Ini Pernah Jadi Bintang Porno dan Striptis Demi Menghidupi 14 Anaknya Seorang Diri

Sesuai data yang dikumpulkan, korban perahu karam jenis perahu bermesin tempel yang dikemudikan Dana (25) itu semuanya merupakan keluarga besar.

Mereka tinggal di Kampung Rawabaru, Desa Sinargalih Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta.

Penumpang lainnya yaitu Cicah (60), Dadang (60), Iat (60), Rus (50), Dudun (8), Yadi (30), Siti Nurhasanah atau Bibi (10), Elis (36), Ras (40), Ipih (40), Rehan (4), Agung (12), Sopi (5), Nandan (16), Iis (5), Bakri (35), Ceceng (45), Misbah (12), Dana (25), Sifa (7), dan Nandang (25).

Ketujuh korban yang belum ditemukan yaitu Rus, Dadang, Cicah, Iyat, Dudun, Bibi dan Yadi.

Selanjutnya, Kansar Bandung memberangkatkan satu tim rescue menuju tempat kejadian dengan menggunakan kendaraan rescue cardan dengan membawa Pal SAR Air, alat navigasi, alat komunikasi, dan alat medis lengkap.

Sampai berita ini ditayangkan, pencarian masih dilakukan dan belum ditemukan korban yang hilang sampai siang ini.(kompas.com/Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved