ASYIK! Jumlah Oleh-oleh Luar Negeri yang Bebas Pajak Dinaikkan 2 Kali Lipat. Ini Alasan Sri Mulyani

Para pelancong yang baru pulang dari luar negeri, kini bisa sedikit lega karena adanya kelonggaran dalam hal barang bawaan dari luar negeri.

ASYIK! Jumlah Oleh-oleh Luar Negeri yang Bebas Pajak Dinaikkan 2 Kali Lipat. Ini Alasan Sri Mulyani
KOMPAS.com/YOGA SUKMANA
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Para pelancong yang baru pulang dari luar negeri, kini bisa sedikit lega karena adanya kelonggaran dalam hal barang bawaan dari luar negeri.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku punya alasan khusus soal keputusan untuk memberi kelonggaran bagi penumpang yang membawa barang dari luar negeri ke Indonesia.

Alasan tersebut adalah soal memberi kemudahan pada masyarakat yang ingin membawa oleh-oleh dari luar negeri, sekaligus sebagai respon atas ramainya komplain.

"Saya sudah minta ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memberi prosedur yang mudah ke penumpang sehingga kami harap complain atau kritik mengenai kesulitan bisa diminimalkan," terangnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Kamis (28/12/2017).

Baca: Akhirnya Apple Minta Maaf Sengaja Perlambat Kinerja iPhone Lama. Harga Baterai pun Diturunkan

Baca: 5 Hari Polisi Singapura Lakukan Razia Prostitusi Ilegal, 32 Orang Ditangkap. Adakah dari Indonesia?

Adapun kelonggaran yang diberikan berupa kenaikan batas nilai barang yang diperbolehkan untuk dibawa masuk ke Indonesia oleh penumpang.

Bila sebelumnya nilai barang dibatasi pada 250 dollar AS atau setara Rp 3,3 juta, maka pasca adanya aturan baru batas tersebut naik menjadi 500 dollar AS atau setara Rp 6,77 juta.

Sri Mulyani mengatakan tidak khawatir soal potensi hilangnya pendapatan negara dari pajak yang mesti dibayarkan oleh penumpang pembawa barang.

Menurut perhitungannya nilai tersebut tidak signifikan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved