Angin Kuat, Nelayan Batam Beralih Angkut Penumpang! Begini Kisah Mereka!

Angin Kuat, Nelayan Batam Beralih Angkut Penumpang! Begini Kisah Mereka!

Angin Kuat, Nelayan Batam Beralih Angkut Penumpang! Begini Kisah Mereka!
tribunbatam/endrakaputra
Suasana kapal nelayan lego jangkar akibat angin kuat di laut 

Laporan Endra, Wartawan Tribun Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Berdasarkan data dari BMKG Hang Nadim Batam mengingatkan untuk mewaspadai air laut maksimum untuk daerah pesisir dari tanggal 1-4 Januari 2018.

Daerah pesisir Kota Batam yang perlu diwaspadai adalah diantaranya, Tanjung Uma, Nongsa, Tanjung Piayu, serta Batu Merah.

Saat informasi ini dikeluarkan , tentunya yang paling berdampak pada informasi tersebut adalah masyarakat yang mencari nafkah sebagai nelayan.

Cuaca buruk yang terjadi membuat para nelayan harus mengurungkan niatnya untuk mencari ikan di lautan, demi menjaga keselamatan dari hal yang tidak di inginkan.

Jika hal itu terjadi, yang berdampak pada para nelayan adalah pemasukan yang tidak ada untuk menyambung kehidupan.

Salah satu Nelayan di daerah Tanjung Uma, Sayamsudin menyebutkan, kalau sudah masuk bulan angin atau cuaca buruk, menjadi hal yang sangat tidak di inginkan.

"Cuaca bagus aja, dapat ikan juga tak seberapa. Apalagi kalau dah masuk bulan angin kuat macam gini," sebutnya sambil menggelengkan kepala, Senin (1/1/2018).

Biasanya, para nelayan tersebut memiliki pekerjaan cadangan untuk mencari nafkah yang tetap tidak terlepas dengan lautan.

"Kalau dah masuk cuaca buruk, ya kami nambang penumpang, yang dari kapal besar masuk ke Tanjung Uma ini," katanya.

Halaman
12
Tags
nelayan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help