Kampung Tua Bengkong Sadai Jadi Pioner Legalitas Kampung Tua di Batam

"Siapa saja namanya sudah dicantumkan dalam SK ini, nantinya akan kami tindaklanjuti," kata Lukita kepada wartawan di lokasi kegiatan

Kampung Tua Bengkong Sadai Jadi Pioner Legalitas Kampung Tua di Batam
TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo sudah menandatangani Surat Keputusan (SK) terkait legalitas lahan Kampung Tua di Bengkong Sadai, Jumat (29/12) sore. Penandatanganan itu dilakukan Lukita di Masjid Jami Kelana, Bengkong Sadai 

Mantan Sekretaris Menko Perekonomian itu melanjutkan, sesuai tugas yang diamanahkan kepada dirinya dan deputi lainnya di Batam, mereka komitmen untuk menyelesaikan persoalan lahan. Tentunya tetap mengacu pada koridor aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami ingin Batam menjadi kota yang maju dan sejahtera, nyaman. Bukan hanya untuk investor tetapi juga untuk masyarakatnya," ujarnya.

Isu terkait persoalan lahan sendiri, diakuinya cukup banyak di Batam, dan termasuk hal penting yang mesti segera diselesaikan, jika ingin Batam menjadi maju ke depannya. Sebab lahan termasuk aset utama di Batam.

"Tahun ini ada program sertifikasi nasional. Biasanya kantor BPN terbitkan 4.000 sertifikat setiap tahun. Tapi tahun ini BPN dan BP Batam selesaikan sekitar 7.000 sertifikat. Total sertifikat yang diselesaikan BPN di Kepri 52 ribu sertifikat," kata Lukita.

2018 mendatang, lanjutnya sebanyak 110 ribu kavling di Kepri bakal mendapat sertifikat.

Dari jumlah itu, di antaranya BP Batam akan memasukkan sertifikat lahan untuk masyarakat Kampung Tua di Bengkong Sadai.

Hal itu juga sudah dibicarakan pihaknya dengan Wali Kota Batam, Rudi. Prinsipnya dari Pemko Batam mendukung.

"Makanya kami minta kerjasama warga menyelesaikan dokumen. Harapan kami, apa yang bisa diselesaikan di Kampung Tua Bengkong Sadai jadi contoh di kampung tua lainnya," harapnya.

Dewan Penasihat Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kota Batam, Saparudin Muda, sebagai pihak yang ikut menginisiasi kegiatan tersebut, mengaku bersyukur, kini lahan di Kampung Tua Bengkong Sadai bisa mendapat legalitas dari pemerintah.

Total luasnya lebih kurang 33 hektare.

"Alhamdulillah masyarakat Bengkong Sadai hari ini bahagia pimpinan BP Batam yang sekarang punya komitmen menyelesaikan legalitas kampung tua yang sudah lama dinanti-nanti masyarakat," kata Saparudin.

Ia berharap, legalitas lahan ini juga bisa didapatkan masyarakat kampung tua lainnya yang ada di Batam. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help