Lahan Terbatas, Ketua DPRD Ungkap Rencana Pemko dalam Mengelola Sampah ke Depan. Gunakan Teknologi

Semula kata Nuryanto, dari DPRD maupun Pemerintah Kota Batam sempat menawarkan tidak ada bea gerbang (tipping fee)

Lahan Terbatas, Ketua DPRD Ungkap Rencana Pemko dalam Mengelola Sampah ke Depan. Gunakan Teknologi
TRIBUNBATAM/EFFENDY WARDOYO
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto 

"Dari DPRD mintanya investor yang bisa menawarkan biaya paling murah, sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu per ton. Tapi inikan dilelang lagi. Harapan kita maksimalnya Rp 200 ribu per ton," ujarnya.

Semula kata Nuryanto, dari DPRD maupun Pemerintah Kota Batam sempat menawarkan tidak ada bea gerbang (tipping fee).

"Tapi tak ada yang berminat. Makanya kita putuskan ada biayanya tapi kita cari yang paling murah," kata Nuryanto.

Sebelumnya diberitakan, dari 11 teknologi yang diajukan dalam pengelolaan sampah, Dinas Lingkungan Hidup sudah memilih tiga teknologi yang kemungkinan besar akan diterapkan di Batam, yakni insenerasi, gasifikasi dan sanitary landfill.

Dari ketiganya, gasifikasi dinilai memiliki biaya lebih tinggi, disusul insenerasi, kemudian sanitary landfill. Namun penerapan gasifikasi dinilai lebih sulit. Sementara insenerasi tergolong mudah.

Penerapan insenerasi sendiri dalam pengelolaan sampah di Kota Batam, diyakini dapat memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur hingga 20 tahun kedepan.

Namun lagi-lagi terbentur soal biaya. Sebab makin canggih teknologi yang digunakan, semakin tinggi pula biayanya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved