BNPP Tanjungpinang: Kecelakaan Laut di Kepri Cukup Tinggi! Ini Datanya!

BNPP Tanjungpinang: Kecelakaan Laut di Kepri Cukup Tinggi! Ini Datanya dan Penjelasannya!

BNPP Tanjungpinang: Kecelakaan Laut di Kepri Cukup Tinggi! Ini Datanya!
Tribunbatam.id/IST
Ilustrasi. Upaya evakuasi oleh BNPP kepada awak KLM Berdikari yang tenggelam usai dihantam ombak di Merapas Bintan Timur, Sabtu (9/12/2017) 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Kecelakaan laut tahun ini terbilang cukup tinggi. Dari data yang disampaikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas I A Tanjungpinang menuturkan bahwa ada 35 kejadian yang berada di wilayah operasi Kepri.

Kepala Kantor BNPP Tanjungpinang ‎mengatakan bahwa kejadian pelayaran sepanjang tahun ini masih cukup tinggi. Dimana dari 35 kejadian kecelakaan kapal, sebanyak 118 orang menjadi korban.

"Ada 118 orang korban. Diantaranya ada 71 orang selamat dari kecelakaan. 19 meninggal dunia dan 19 lainya hilang atau belum ditemukan," kata Kepala Kantor BNPP Tanjungpinang Budi Cahyadi kepada wartawan, Selasa (2/1/2018).

Kemudian terdapat kasus dengan kategori kondisi membahayakan jiwa‎ manusia. Kondisi membahayakan jiwa manusia atau kecelakaan di luar dari kegiatan pelayaran. Seperti halnya jatuh ke sumur, kemudian orang memancing tanpa lif jacket, kemudian ada juga seseorang memancing dipelabuhan tanpa menggunakan sampan dan terjatuh.

Jumlahnya terdapat 10 kasus kejadian dengan total korban 11 orang. Delapan diantaranya korban meninggal dunia. Dua diantaranya selamat dan satu hilang.

"Masih banyak lainya. Beberapa diantaranya contohnya korban yang mengalami kecelakan saat mancing, masuk sumur dan masih ada beberapa contoh kasus lainya, " kata Eko Suprianto kepala Seksi operasi BNPP Tanjungpinang‎..

Untuk kasus penyelamatan kejadian bencana alam dan juga kecelakaan pelayaran tahun ini tidak terjadi. Sedangkan itu data. Untuk total keseluruhan sebanyak 45 kejadian.‎ 199 orang diantaranya menjadi korban

"Angka total dari kasus yang kita selamatkan ada 73 orang selamat, 27 korban meninggal dunia dan 20 korban diantaranya‎ dinyatakan hilang," tuturnya lagi.

Menurutnya, angka kecelakaan masih tinggi di perairan Kepri. Hal itu lantaran wilayah perbatasan dengan perlintasan jalur perairan internasional. Kesibukan aktifitas perairan laut dan kurang maksimalnya pengamanan personal yang berada di kapal diduga menjadi penyebab utama korban meninggal.‎

"Nelayan juga berperan penting dalam memberikan informasi dan penyelamatan. Karena kebanyakan mereka nelayan yang tahu duluan adanya kecelakaan. Oleh karenanya kita juga lakukan pelatihan kepada nelayan bagaimana cara penanganan kecelakaan laut," tutupnya.(*)

Tags
Kepri
BNPP
Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved