Dibandingkan Suami, ISTRI di Batam Mendominasi Pengajuan Cerai Selama 2017. Ini Sebab Utamanya

Kasus pengajuan perceraian sepanjang tahun 2017 di Pengadilan Agama (PA) Batam, tercatat sudah 1.896 kasus.

Dibandingkan Suami, ISTRI di Batam Mendominasi Pengajuan Cerai Selama 2017. Ini Sebab Utamanya
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM- Kasus pengajuan perceraian sepanjang tahun 2017 di Pengadilan Agama (PA) Batam, tercatat sudah 1.896 kasus.

Pengajuan perceraian ke PA yang belokasi di Sekupang tersebut didominasi pihak perempuan.

Menurut Ifda, Humas Pengadilan Agama Batam, kasus cerai gugat dari perempuan lebih banyak jumlah pengajuannya dibanding dari pengajuan cerai talak dari laki-laki.

Dia menambahkan, penyebab gugatan perceraian yang rata-rata mendominasi perempuan ini latar belakang masalahnya macam-macam.

"Ada karena cemburu, adanya pihak ketiga dan juga karena masalah ekonomi. Seperti, suaminya tidak menafkahi dan tidak memberikan hak-hak terhadap wanita tersebut,"kata Ifda, Selasa (2/1/2018)

Sedangkan talak dari pria, sebagian masalahnya karena sang istri selingkuh.

Ada pula karena cekcok rumah tangga yang tidak dapat diselesaikan dengan baik-baik.

"Kalau pada wanita yang paling banyak masalahnya karena ekonomi. Terkadang suaminya sudah tidak bekerja dan kehidupan ekonomi berat di tengah-tengah keluarga pasangan tersebut, sehingga istrinya mengajukan cerai,"terangnya

Sementara untuk umur pasangan yang mengajukan perceraian ini, rata-rata dari umur 20-35 tahun.

Namun, pengajuan gugatan cerai dari wanita rata-rata yang usianya masih muda, 20-an tahun.

"Kalau yang wanita masih tergolong muda kebanyakan yang mengajukan cerai gugat. Maka, bisa dikatakan mereka masih belum matang mempertahankan rumah tangganya, sehingga ada cekcok sedikit langsung mengarah ke perceraian,"jelasnya

Jika sepanjang tahun 2017 sudah tercatat kasus perceraian 1.896, ditambah dengan sisah kasus yang belum diputuskan ditahun sebelumnya sebanyak 347 kasus, maka seluruhnya berjumlah 2.243 kasus yang ditangani PA Batam.

Dari sebanyak 2.243 kasus pengajuan perceraian, sudah diputus sebanyak 1.913 kasus.

"Kalau yang belum diputuskan rata-rata karena mengalami kendala waktu kedua pihak mengikuti sidang. Ada juga yang di tunda dulu karena masih belum melengkapi berkas dari yang digugat dan kendala lainnya,"kata Ifda. (Alfandi Simamora)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved