Fenomena Supermoon! BMKG Imbau Warga Bintan Pesisir Waspadai Kenaikan Air Laut Ini

Fenomena Supermoon! BMKG Imbau Warga Bintan Pesisir Waspadai Kenaikan Air Laut Ini

Fenomena Supermoon! BMKG Imbau Warga Bintan Pesisir Waspadai Kenaikan Air Laut Ini
net
Ilustrasi Supermoon 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN-Di awal tahun 2018 ini, masyarakat Indonesia disuguhkan oleh fenomena Supermoon. Fenomena tersebut terjadi karena Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi, sehingga ukurannya nampak jauh lebih besar.

Selain bisa menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan, fenomena Super Moon sebagai mana umumnya gravitasi Bulan, juga akan mempengaruhi pasang surut air laut. Dengan fenomena tersebut, tentunya dampak gravitasi terhadap air laut akan lebih besar lagi.

Terkait itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang menghimbau agar waspada bagi yang tinggal di pesisir. Ketinggian air laut diperkirakan naik hingga 2 meter dari biasanya.

"Untuk ketinggian gelombang sendiri wilayah Bintan khususnya pesisir timur dan utara dapat mencapai ketinggian maksimum 2 meter. Untuk itu agar waspada jika air laut sedang pasang dan ada gelombang tinggi,"kata Ardito, Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Selasa (2/1/2018).

Lebih lanjut dijelaskan, supermoon atau bulan super adalah fenomena alam yang menarik. Oleh para astrolog, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika bulan terlihat dalam bentuknya yang paling utuh dan berada dalam posisi terdekat dengan bumi. Bulan tampak lebih besar dan terang dari biasanya.

Lebih spesifik, saat supermoon, bulan akan terlihat 14 persen lebih terang dan 30 persen lebih besar dari ukuran saat purnama terjadi. Meski indah dilihat, namun supermoon sekaligus menjadi penanda

agar masyarakat yang tinggal di pesisir lebih waspada. Sebab fenomena ini umum dibarengi dengan rob atau banjir yang diakibatkan oleh naiknya air laut.

Berkaitan dengan rob, Ardito memperkirakan untuk Bintan masih kecil kemungkinan. Karena menurutnya, rob terjadi jika wilayah daratan lebih rendah dari muka air laut sehingga air laut tidak dapat mengalir kembali.

"Nah untuk Kabupaten Bintan sendiri sepengetahuan saya belum ada daerah yang terdampak banjir rob. Mungkin hanya kenaikan muka laut saja,"kata Ardito. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved