Jenazah ODHA Kerap Ditolak padahal Beginilah Cara Aman Mengurus Mayatnya

Kasus penolakan terhadap jenazah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih sering terjadi di masyarakat.

Jenazah ODHA Kerap Ditolak padahal Beginilah Cara Aman Mengurus Mayatnya
kompas.com/ syahrul munir
Pemulasaraan jenazah ODHA kepada masyarakat umum, KPA Kabupaten Semarang, Kamis (2/7/2015) siang di Gedung D Setda Kabupaten Semarang. 

TRIBUNBATAM.ID- Kasus penolakan terhadap jenazah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih sering terjadi di masyarakat.

Minimnya pengetahuan masyarakat tentang HIV AIDS membuat mereka tidak berani melakukan proses pemulasaran atau pengurusan jenazah ODHA karena khawatir tertular penyakit tersebut.

Menurut Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang, Puguh Pakuwojo, penolakan masyarakat sebenarnya terjadi karena kurangnya pengetahuan saja.

"Sebenarnya jenazah ODHA jika didiamkan selama empat jam itu virusnya sudah mati. Memang ada potensi penularan, tapi itu dari penyakit infeksiusnya bukan HIV AIDS-nya," katanya di Semarang, Kamis (2/7/2015).

Baca: Hingga 4 Januari, Waspada Pasang Maksimum dan Gelombang Laut Tinggi di Kepri

Guna membekali pengetahuan mengenai pemulasaran jenazah ODHA kepada masyarakat umum, KPA Kabupaten Semarang di Gedung D Setda Kabupaten Semarang menggelar Pelatihan atau Simulasi Pemulasaran Jenazah ODHA bagi tenaga medis Puskesmas yang mempunyai fasilitas VCT (Voluntary Counceling Test), rumah sakit, pegiat HIV AIDS, serta Modin (penghulu agama ditingkat desa/kelurahan).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Care Suport and Treatment Unit Pemulasaran Jenazah RSUP Dr Karyadi Semarang.

"Kegiatan ini bertujuan agar bisa dirumuskan prosedur operasional standar (SOP) pemulasaran jenazah ODHA dan penderita infeksius yang lebih simple. Dulu sudah ada SOPnya, tapi memakai standart rumah sakit. Pakaian standarnya seperti astronot itu, sehingga memberatkan masyarakat," jelas Puguh.

Menurut Divisi Program KPA Kabupaten Semarang Taufik Kurniawan, penanganan jenazah ODHA saat ini tidak lagi menggunakan SOP Rumah Sakit, akan tetapi sudah disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.

Baca: Air Terjun Niagara Membeku Lagi. Pemandangannya Indah tapi Ada Hal Mengerikan di Baliknya

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help