Dirjen Kementan Blak-Blakan Mengapa 2017 Kinerja Pangan yang Tak Memuaskan dan Harga Beras Mahal

Dirjen Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengakui kinerja pertanian sektor pertanian pada akhir 2017 lalu tidak menorehkan kinerja memuaskan.

Dirjen Kementan Blak-Blakan Mengapa 2017 Kinerja Pangan yang Tak Memuaskan dan Harga Beras Mahal
TRIBUN BATAM/DANANG SETIAWAN
Festival Pasir Putih Batam, beras ditawarkan dengan harga spesial mulai Rp 50 ribu per 5 Kg 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto mengakui kinerja pertanian sektor pertanian pada akhir 2017 lalu tidak menorehkan kinerja yang memuaskan khususnya komoditas beras.

"Luas tanam padi kita tekor, kita masih cukup besar, yang utang harus dibayar, yang surplus memang bisa," ujar Gatot saat rapat koordinasi ketahanan pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Gatot mengungkapkan, evaluasi upaya khusus (upsus) padi, jagung dan kedelai periode Oktober-Desember tahun ini terdapat penurunan jika dibandingkan tahun lalu.

Penurunan di tahun 2017 sebesar 413.727 hektare jika dibandingkan 2016.

Dengan rincian tahun 2016 yaitu, 5.241.597 hektare dan tahun 2017 yaitu, 4.827.872 hektar.

Kemudian untuk jagung, luas tanam jagung, terdapat peningkatan dibandingkan 2016, yaitu 132.564 hektare.

Untuk tahun 2016 sebesar 2.146.781 hektare dan tahun 2017 adalah 2.279.345 hektare.

Selain itu, untuk luas tanam kedelai juga mengalami peningkatan sebesar 106.022 hektar dibandingkan tahun 2016.

Dengan rincian tahun 2016 sebesar 83.416 hektare dan tahun 2017 sebesar 189.438 hektare

Kendati demikian, Menteri Pertanian ( Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya tidak khawatir terkait stok beras, Mentan Amran mengatakan saat ini stok beras nasional mencapai 1 juta ton.

"Hari ini stok kurang lebih 1 juta. Kalau ada yang mengatakan ini rendah, itu keliru," kata Mentan Amran.

Sebab, lanjut Mentan Amran, pihaknya optimis pada bulan Februari 2018 ini sudah memasuki masa panen raya padi dan stok beras nasional akan kembali meningkat.

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga rata-rata beras jenis medium di Jakarta telah mencapai Rp 13.500 per kilogram atau melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram.

Kemudian tertinggi di Papua Barat beras medium mencapai Rp 14.250 per kilogram atau melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp Rp 10.250 per kilogram. (kompas.com/Pramdia Arhando Julianto)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved