Hari Ini, 72 Tahun Lalu. Perintah Rahasia Presiden Soekarno dan Lahirnya Paspampres

Mantan pengawal Bung Karno, Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmodjo di buku 70 Tahun Paspampres mengisahkan di akhir tahun 1945

Hari Ini, 72 Tahun Lalu. Perintah Rahasia Presiden Soekarno dan Lahirnya Paspampres
Dok. Kompas/Song
Presiden Soekarno 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pada tanggal 3 Januari 1946, sebuah peristiwa bersejarah tercipta.

Saat itu, sekelompok pemuda yang selama ini secara sukarela mengawal dan melindungi Presiden Soekarno menjadi saksi sekaligus pelaku sebuah operasi penyelamatan berlangsung.

Mantan pengawal Bung Karno, Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmodjo dalam buku "70 Tahun Paspampres" mengisahkan pada akhir tahun 1945, kondisi di Jakarta kian tidak kondusif.

Baca: DUH! Bayi Meninggal di RSUD Aceh Singkil Karena Perawat Tidak Ada yang Bisa Pasang Infus

Baca: Unggah Foto Jennifer Dunn Berbaju Oranye, Shafa Haris Bikin Netizen Heboh Karena Tulis Begini

Kelompok pro-kemerdekaan dan kelompok pro-Belanda saling serang.

Ketua Komisi Nasional Jakarta, Mohammad Roem mendapat serangan fisik. Perdana Menteri Sjahrir dan Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin juga nyaris dibunuh simpatisan Belanda.

"Karena itu, pada tanggal 1 Januari 1946, Presiden Soekarno memberikan perintah rahasia kepada Balai Yasa Manggarai untuk segera menyiapkan rangkaian kereta api demi menyelamatkan para petinggi negara," ungkap Sukotjo.

Pada tanggal 3 Januari 1946, Bung Karno memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta.

Sejumlah pejabat negara mulai dari Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta beserta beberapa menteri/staf dan keluarganya harus segera bertolak ke Yogya.

Mantan pengawal Bung Karno
Mantan pengawal Bung Karno (Repro Buku 70 Tahun Paspampres)
Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved