TribunBatam/

Napi di Rutan Tanjungpinang yang Bunuh Diri Sering Dibuly Napi Lain Gara-gara Kasusnya

Saputra yang berasal dari Sibolga, Sumatera Utara tidak memiliki keluarga di Provinsi Kepri dan selama ini hidup sebatang kara.

Napi di Rutan Tanjungpinang yang Bunuh Diri Sering Dibuly Napi Lain Gara-gara Kasusnya
TribunBatam/Wahib Waffa
Petugas membawa ke rumah sakit jasad napi yang ditemukan tergantung di Rutan Tanjungpinang, Selasa (2/1/2018) 

BATAM.TRIBUN.Id.TANJUNGPINANG - Muhammad Saputra (32), narapidana yang gantung diri di Rutan Tanjungpinang dimakamkan oleh Dinas Sosial Tanjungpinang tanpa kehadiran keluarga.

Saputra yang berasal dari Sibolga, Sumatera Utara tidak memiliki keluarga di Provinsi Kepri dan selama ini hidup sebatang kara.

Dari hasil informasi yang dikumpulkan Polsek Tanjungpinang Barat, korban bunuh diri lantaran sering diejek dan dibully oleh narapidana lainya.

Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Emsas Mardanis mengatakan, korban sering mendapatkan ejekan dari narapidana lainnya sehingga korban minta dipindahkan ke blok tahanan sendiri.

Baca: Saat Ditemukan Gantung Diri di Rutan Pinang, Ada Secarik Kertas Dekat Saputra. Begini Isinya!

Baca: Napi Gantung Diri di Rutan Pinang Hidup Sebatang Kara, Dinsos Urus Pemakaman!

"Ia dia sering diejek-ejek karena kasusnya pencabulan. Dia kemudian minta dipindahkan ke sel seorang diri," ujar AKP Emsas Mardanis , Rabu (3/1/2017).

Selama di dalam sel, Saputra tidak memiliki teman dan selalu menyendiri. Hal itu membuat kondisi psikologisnya semakin terpuruk sehingga ia akhirnya memutuskan gantung diri di depan pintu Blok Penyengat, Rutan Tanjungpinang.

Polisi kemudian mengkoordinasikan kematian korban dengan Dinsos untuk pemakaman korban karena keluarganya belum bisa dihubungi.

"Kemarin sore, setelah kordinasi dengan dinsos langsung dimakamkan. Nggak ada keluarganya yang hadir," katanya.

Saputra gantung diri karena kecewa dengan putusan pengadilan yang menghukumnya 5 tahun penjara karena menyatakan bersalah melakukan perbuatan pencabulan.

Ia ditangkap setelah melakukan tindak pidana pencabulan kepada anak dibawah umur di wilayah Taman Tepi Laut.

Korban cabul saat itu merupakan anak dari pedangang asongan di kawasan itu, sementara Putra bekerja sebagai tukang parkir.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help