Satu Fakta Menarik Koes Plus di Masa Lalu, Mereka Disiapkan Jadi MATA-MATA Negara

Ada cerita menarik di masa lalu, seputar penang­kapan Koes Bersaudara di tahun 1965, yang berbeda dengan pemahaman publik selama ini.

Satu Fakta Menarik Koes Plus di Masa Lalu, Mereka Disiapkan Jadi MATA-MATA Negara
(KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG)
Yon Koeswoyo diabadikan dalam jumpa pers konser Andaikan Koes Plus Datang Kembali di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (16/11/2016). 

TRIBUNBATAM.ID- Ada cerita menarik di masa lalu, seputar penang­kapan Koes Bersaudara di tahun 1965, yang berbeda dengan pemahaman publik selama ini.

“Tahun 1965 sangat mengesankan bagi Koes Bersaudara. Bukan karena kami masuk Penjara Glodok, tetapi tentang rencana pemerintah di balik itu,” kenang Mas Yok dalam sebuah perbincangan di Kompleks, Jl.Haji Nawi 72 Jakarta Selatan, 3 April 2013.

“Ya, rencana negara mengirim kami ke Malaysia untuk mengintip atau mengintai langsung apakah orang Indonesia di sana atau orang Ma­laysia antipati kepada Indonesia, karena waktu itu kita kurang sreg dengan berdirinya Malaysia yang sebelumnya bernama Malaya.”

Koes Bersaudara ternyata sengaja dimasukkan ke penjara untuk memberi kesan bahwa grup musik itu tidak disukai Pemerintah Indonesia dan di­harapkan tidak dicurigai kalau dikirim untuk manggung di Ma­laysia.

Koes Plus. Foto: intisari online/ ytimg

Baca: Khawatir Kekacauan Dirinya Tersebar Luas, Trump Lakukan Ini Agar Buku Fire and Furry tak Terbit

Buktinya antara lain ketika Koes Bersaudara tampil di pesta di kediaman Kolonel Koesno, Jati Petamburan, Jakarta Barat.

Selain mereka, tampil juga grup perem­puan Dara Puspita dan grup band Toto Sardjan, kakak Titi Qadarsih.

Sementara pesta berlangsung meriah, entah dari mana datangnya serombongan orang berkerumun dan berteriak-teriak, “Ganyang Ne­kolim, ganyang ngak-ngik-ngok!” karena terdengar lagu-lagu The Beatles yang sudah diwanti-wanti Bung Karno agar tidak dimainkan grup musik di Tanah Air.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help