KESEL 'Dinyinyiri' Warganet di Medsos? Terapkan Dua Cara Ini agar Level Anda Lebih Tinggi Darinya

Sering kesulitan menjawab 'nyinyiran' atau komentar orang lain baik secara langsung maupun via media sosial?

KESEL 'Dinyinyiri' Warganet di Medsos? Terapkan Dua Cara Ini agar Level Anda Lebih Tinggi Darinya
shutterstock
Ilustrasi 

Yang paling penting dari metode ini adalah dengan memahami kekuatan nada bicara.

Misalnya ada manajer atau kolega yang sering mengoreksi, maka Anda bisa menggunakan pendekatan status dan menjawab, "Apakah Anda punya ide yang lebih baik?" atau "Ya, tampaknya Anda sudah punya banyak ide, kita bisa menghasilkan ide yang lebih baik sekarang", kata Paul.

"Tapi tentu, kalau intonasi bicara salah, jawaban tersebut akan terdengar kasar. Jadi, ini tidak melulu soal apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana pernyataan itu terdengar".

2. Jangan mau selevel

Ada anekdot yang menyebut, jika ingin membunuh seseorang, bunuhlah dia dengan kebaikan. Begitu pula dengan komentar balasan.

Balasan terbaik adalah balasan yang tajam, berisi dan bahkan kadang menyentil moralitas.

Belina Raffy, seorang konsultan bisnis, menyebut bahwa jika di sebuah kantor, saling sindir dan komentar terlalu negatif, maka akan berujung pada matinya inovasi di kantor.

"Semua ide akan mati". Lebih buruk lagi, ini akan menimbulkan efek negatif yang dapat merusak atmosfer kerja di kantor.

Jika komentar negatif keluar di tempat kerja - tempat di mana semua orang diasumsikan ingin melihat kesuksesan - komentar tersebut biasanya keluar dari orang yang gelisah, tutur Raffy.

Misalnya, seorang rekan kerja yang tidak tahu bagaimana mengerjakan sebuah tugas - dia mungkin berpikir bahwa dengan mengalihkan perhatian kepada orang lain dengan melontarkan pernyataan negatif kepada orang lain, akan membuat atasannya mengalihkan fokus kepada staf lain.

Meskipun sulit untuk membalas dengan pernyataan positif, komentar positif penting untuk membuat proyek berjalan dengan baik.

Selain itu, rekan kerja lainnya juga tidak merasakan atmosfer negatif.

Misalnya seorang rekan kerja berkomentar, "proyek ini tidak maju-maju", Anda bisa menjawab, "setidaknya kita masih ada di jalur yang tepat, saya akan buat maju".

Karena pada dasarnya, menurut Raffy, komentar-komentar positif dan tajam dari rekan kerja, bos atau bawahan bisa mengubah lingkungan kerja yang dulunya terkesan keras dan kasar, menjadi lebih hangat.

Baca: 10 Profesi Bergaji Paling Mahal di Dunia Selama 2017. Medis Paling Mendominasi

Baca: MENYONGSONG 2018, Inilah 6 Profesi Paling Dicari Tahun Depan dengan Gaji WOW

"Sementara komentar negatif, akibatnya hanya akan meningkatkan ketegangan, membuat orang lain merasa tidak diterima dan inferior".

Raffy menyarankan untuk mengungkap "kekonyolan situasi" tanpa membuat si karakter antagonis menjadi musuh bersama, tapi menjadikannya "korban" dari kondisi yang absurd, katanya.

Tapi ada satu hal lagi yang bisa dilakukan untuk membalas komentar dengan baik.

"Balasan terbaik adalah yang mengungkapkan kebenaran tapi diselingi humor, saat seseorang melihat sesuatu yang tak dilihat orang lain," kata Paul.

"Itu biasanya membuat orang tertawa".

Dan biasanya, itulah tujuan utama dari balasan yang bagus - supaya bisa tertawa. Dengan tertawa, ketegangan akan berkurang.

Orang-orang juga merasa dilibatkan. Dan yang paling penting, tertawa mendorong kita ingat bahwa kita bekerja bersama, tidak sendiri. (bbc Indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help