Penasaran Dengan Bitcoin di Batam? Begini Penjelasan Kepala OJK Kepri. Simak Baik-baik Ya!

Penasaran Dengan Bitcoin di Batam? Begini Penjelasan Kepala OJK Kepri! Simak Baik-baik Ya!

Penasaran Dengan Bitcoin di Batam? Begini Penjelasan Kepala OJK Kepri. Simak Baik-baik Ya!
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Iwan M Ridwan Ketua OJK Kepri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, Iwan M Ridwan mengakui, saat ini fenomena Bitcoin masih menjadi perhatian serius.

Bukan hanya dari OJK, tetapi juga dari Bank Indonesia (BI). Tak lain karena belum ada payung hukum yang menaunginya.

"Bitcoin ini uang virtual. Berdasarkan BI di Undang-undang terkait mata uang. Bitcoin bukan alat bayar yang sah. Pada pasal 21 disebutkan, alat pembayaran yang sah adalah menggunakan Rupiah," kata Iwan kepada Tribun di kantornya, Jumat (5/1) lalu.

Begitupun dari sisi OJK. Dikatakan, kedudukan hukum Bitcoin belum ada. Apakah bisa dikategorikan sebagai komoditi atau produk investasi, perlu penelitian terkait hal itu. Saat ini statusnya belum jelas.

"Karena dia tak punya fundamental value. Dibilang produk, dia tak punya underlying, tak ada dasarnya," ujarnya.

Dari OJK dan BI lanjut Iwan, saat ini masih terus melakukan observasi terkait Bitcoin. Sebab jika dilihat dari unsur-unsurnya,

Bitcoin belum memenuhi kriteria sebagai alat investasi. Apalagi sebagai sistem pembayaran yang sah. Paling tidak untuk dapat dikatakan sebagai alat investasi, harus memiliki syarat legal dan logis.

"Ada syarat keterbukaan informasinya. Seperti ada laporan keuangan, nama pengurusnya. Pembentukan harganya juga mesti fair. Syarat ini dipenuhi atau tidak?," kata Iwan.

Kendatipun fenomena Bitcoin masih diragukan statusnya. Di samping belum ada payung hukum yang menaungi. Iwan mengakui otoritas terkait saat ini belum bisa mengambil tindakan.

"OJK tak bisa melakukan penindakan. Karena belum ada laporan apakah Bitcoin ini merugikan atau tidak. Kalau ada laporan, akan ditindaklanjuti satgas (satuan petugas) waspada investasi sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.

Halaman
12
Tags
Bitcoin
OJK
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved