17 Calon TKI Ilegal Diamankan, Polisi Tetapkan Sopir Minibus Tersangka. Siapa Bosnya?

Lima orang ini baru sampai di Batam dari Surabaya. Kemudian dijemput oleh Jefrianto menggunakan minibus di Bandara Hang Nadim.

17 Calon TKI Ilegal Diamankan, Polisi Tetapkan Sopir Minibus Tersangka. Siapa Bosnya?
TRIBUN BATAM/ZABUR ANJASFIANTO
Direktur Ditpolairud Pola Kepri Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, saat ekspos mengagalkan keberangkatan calon TKI ilegal di Polda Kepri, Senin (8/1/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Kepri mengagagalkan keberangkatan sejumlah calon TKI Ilegal melalui Termal Ferry International Batam Center, Kamis (4/1/2018) lalu.

Sebanyak lima orang diamankan. Termasuk sopir minibus yang mengangkut calon TKI Ilegal itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Ditpolairud Pola Kepri Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun mengatakan, awalnya Subditgakum Ditpolaurud Polda Kepri mengamankan lima orang yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center menuju Bongkor, Johor Bharu, Malaysia.

"Lima orang ini baru sampai di Batam dari Surabaya. Kemudian dijemput oleh Jefrianto menggunakan minibus di Bandara Hang Nadim. Selanjutnya di bawa ke pelabuhan untuk diberangkatkan ke luar negeri," katanya.

Lima korban yang belum sempat berangkat itu menggunakan paspor pelancong.

Setelah diinterograsi, ke lima calon TKI ilegal itu mengaku bahwa mereka akan bekerja di Malaysia.

Untuk masalah paspor sudah ada yang mengurusnya dan mereka tidak dikenakan biaya.

"Kemudian Subditgakum mengembangkan dan diamankan 12 orang lagi yang ditampung di salah satu roko Glory View Batam Center. Mereka juga menunggu diberangkatkan oleh calo ke luar negeri," katanya.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka tugasnya menjemput korban dan mengantarnya ke penampungan serta ke pelabuhan saat mau di berangkatkan.

Para korban dijanjikan bekerja beberapa tempat di Malaysia seperti di kebun sawit, pembantu rumah tangga dan lainnya dengan gaji akan dipotong untuk pembiayaan pengurusan paapor dan transportasi hingga ke tujuan.

"Para korban ini tidak dipungut biaya. Namun setelah berkerja nanti, gajinya dipotong. Sementara tersangka, baru sopir yang menjemput dan mengantar korban. Saat ini kita masih kembangkan dan masih memburu Amat dan Agus sebagai atasan dart tersangka," katanya.

Sementara itu, 17 korban yang sempat diamankan sudah diserahkan ke BP3TKI Tanjungpinang untuk dipulangkan ke daerah asalnya.

"Tersangka dikenakan pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c, jo pasal 72 huruf c UU No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP," katanya. 

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved