Jika Tidak Ditangani Serius, Korban Pedofilia Bisa Jadi Pelaku Setelah Dewasa

Jika korban pedofilia tidak ditangani dengan serius oleh semua stekholder yang ada, tidak menutup kemunginan para korban akan menjadi pelaku

Jika Tidak Ditangani Serius, Korban Pedofilia Bisa Jadi Pelaku Setelah Dewasa
TRIBUNBATAM/ARGIANTO DA NUGRAHA
Polisi menggiring pelaku sodomi anak, AM (56) usai gelar pengungkapan kasus di Mapolda Kepri, Batam, Rabu (10/1/2018). Menurut pelaku yang pernah menjadi korban kekerasan seksual itu telah menyodomi 13 anak di Karimun 

Seperti diberitakan, Opsnal Polres Karimun menangkap tersangka berinisial AM (56) yang melakukan yang melaklukan tindak pidana pencabulan di Lubuk Puding, Pulau Buru Kabupaten Karimun.

Tidak main-main, korbannya mencapai 13 anak laki laki yang usianya berkisar antara 10 tahun sampai 17 tahun sejak tahun 2016.

Atas keterangan saksi korban maupun keterangan tersangka AM, pelaku telah melakukan perbuatan cabul di empat tempat.

Tersangka AM melancarkan aksinya dengan bujuk rayu berupa pemberian sejumlah uang dengan jumlah variatif antara Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu disertai ancaman dan tindakan kekerasan.

"Kini polisi telah melakukan visum dan pemeriksaan psikologi untuk trauma healing terhadap para korban melalui Bagpsikologi Polda Kepri bekerja sama dengan RSUD Muhammad Sani, Kabupaten Karimun," katanya.

Ketua Komisi Pengawasan Dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri Muhammad Faizal mengatakan bahwa korban pedofilia akan mengalami trauma mendalam dan dapat mengulangi hal yang dia alami ke orang lain.

"Faktor trauma nantinya akan menjadi rasa depresi sehingga kemungkinan akan mempraktikkan hal yang ia alami ke orang lain. Karenanya, kita akan memberikan perhatian serius untuk mengembalikan kondisi kejiwaanya. Kita harapkan 13 korban ini tidak menjadi para pelaku kedepannya," ujarnya.

Selain itu, peran orangtua, dan masyarakat lingkungan sangatlah penting untuk mengembalikan kondisi mental para korban.

Penulis: zabur_anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help