Sidak Gabungan di Anambas Temukan 10 Dus Produk Kedaluwarsa! Ini Detailnya!

Sidak Gabungan di Anambas Temukan 10 Produk Dus Kedaluwarsa! Ini Detailnya!

Sidak Gabungan di Anambas Temukan 10 Dus Produk Kedaluwarsa! Ini Detailnya!
TribunBatam/Septyan Mulia Rohman
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, H. Dhannun saat mengecek aneka produk di salahsatu toko di Jalan Tanjung Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan Rabu (10/1/2018). Sebanyak sepuluh dus aneka produk tidak layak edar, diamankan pada satu toko 

TRIBUNBATAM.ID, ANAMBAS-‎Sebanyak sepuluh dus aneka produk makanan dan minuman diamankan oleh tim saat meninjau salahsatu toko di Jalan Tanjung Desa Tarempa Barat Kecamatan Siantan Rabu (10/1/2018) siang.

Aneka produk yang diamankan ini mulai dari yang telah melewati masa expired, hingga tidak memiliki masa berlaku merupakan temuan Komisi II DPRD, Dinas koperasi dan usaha mikro, perdagangan dan perindustrian serta Polres Anambas.

"Ada aneka produk yang sudah dipisahkan serta didata oleh OPD teknis. Mulai dari permen, makanan ringan dan produk lainnya. Ini baru toko pertama yang kami kunjungi," ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, H. Dhannun Rabu (10/1/2018).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, inspeksi yang dilakukan ke sejumlah toko ini dilakukan selain untuk melindungi konsumen, juga untuk melakukan monitoring harga,

termasuk barang yang telah melewati tanggal kadaluarsa. Kondisi cuaca yang kurang kondusif, menurutnya kerap kali terjadi hal-hal yang tidak jarang dikeluhkan oleh para konsumen.

"Tujuannya ke sana. Insya Allah ini rutin kami lakukan minimal tiga bulan sekali," ungkapnya. ‎Ia mengatakan, upaya untuk menghadirkan barang kebutuhan pokok yang dijangkau oleh masyarakat,

coba dilakukan salahsatunya dengan bekerjasama dengan Bulog. Salahsatu komponen bahan kebutuhan pokok yakni gula pasir, diakuinya telah tersedia di gudang Bulog dengan kapasitas 120 ton.

"‎Sudah ada gula lewat Bulog. Jadi, ada permintaan dari Pemda ke Bulog untuk stok. Harga gula pun maksimal Rp 12.500,00. Pemda juga usulkan untuk beras lewat Bulog juga. Kalau tidak salah saya, sudah ada juga," bebernya.

Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas lainnya, Nur Adnan Nala mengatakan, regulasi untuk barang kebutuhan pokok di Anambas yang mayoritas berasal dari Tanjungpinang dan Bintan perlu menjadi perhatian.

Politisi Demokrat ini menjelaskan, sejumlah toko yang menjual aneka produk ini tidak mengenal sistem retur, sehingga barang yang ada dibeli dengan menggunakan modal.

"Jadi menurut mereka ini berharga, karena ada modal di situ. Mungkin ini juga yang perlu menjadi perhatian. Mereka menggunakan sistem beli, jadi tidak ada sistem retur. Mungkin ini juga yang perlu jadi perhatian," ungkapnya

Selain meninjau sejumla toko di Kecamatan Siantan, peninjauan serupa rencananya juga dilakukan ke toko yang ada di Palmatak. Aneka produk makanan yang diamankan pun, selanjutnya dibawa ke kantor Polisi untuk dimusnahkan.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help