TribunBatam/

Penemuan ‘Batu’ di Mesir Menggoda Peneliti Mengetahui Asal-usul Benda Itu, Bukan Dari Bumi?

Dua peneliti asal Universitas Johannesburg mempertanyakan asal-usul sebuah batu yang ditemukan di Mesir

Penemuan ‘Batu’ di Mesir Menggoda Peneliti Mengetahui Asal-usul Benda Itu, Bukan Dari Bumi?
Google
Microscope 

TRIBUNBATAM.ID -- Dua peneliti asal Universitas Johannesburg mempertanyakan asal-usul sebuah batu yang ditemukan di Mesir.

Profesor Jan Kramers dan Dr Georgy Belyanin, dari Pusat Penelitian Mineralisasi Paleoproterozoikum UJ, mengumumkan pada tahun 2013 bahwa kerikil "Hypatia" yang ditemukan di barat daya Mesir bukan dari bumi.

Dilansir dari News24WIRE, pada Jumat (12/1/2017) batu tersebut dinamai Hypatia dari Alexandria yang juga merupakan salah satu nama wanita pertama yang belajar matematika, astronomi, dan filsafat.

Peneliti menemukan senyawa mikro mineral eksotis di batu yang tidak diketahui terjadi di bumi, atau di tempat lain di tata surya, meteorit atau komet ini.

Baca: Mau Bikin Tema Whatsapp Makin Cantik? Begini Caranya, Mudah dan Simpel

Dua tahun kemudian, tim peneliti lainnya mengumumkan bahwa batu itu bukan bagian dari jenis meteor atau komet yang diketahui.

Hal ini berdasarkan analisis gas mulia dan analisis probe nuklir.

Terbentuk dalam suhu dingin

"Apa yang kita tahu adalah Hypatia terbentuk di lingkungan yang dingin, mungkin pada suhu di bawah nitrogen cair di bumi (-196 derajat C)," kata Kramers.

Baca: Kids Batam Zaman Now, Baru Kenal di Medsos, Sy Terbujuk Bs dan Berhubungan Intim di Ruko Kosong

Halaman
12
Penulis: Rika Apriyanti
Editor: Rika Apriyanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help