TribunBatam/

Korupsi Proyek KTP Elektronik

Dokter Bimanesh Masih Diperiksa Terkait Booking Rumah Sakit Sebelum Novanto Kecelakaan

KPK menetapkan pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka kasus menghalangi atau merintangi penyidikan kasus e-KTP

Dokter Bimanesh Masih Diperiksa Terkait Booking Rumah Sakit Sebelum Novanto Kecelakaan
Kompas.com/YOGA SUKMANA
Dokter Bimanesh Sutarjo 

Febri menambahkan pada tersangka, penyidik juga menanyakan soal peristiwa di tanggal 15 dan 16 November 2017, saat peristiwa hilangnya Setya Novanto hingga kecelakaan menabrak tiang listrik dan dibawa ke ruang rawat inap VIP, bukan ke IGD.

Diketahui KPK menetapkan pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka kasus menghalangi atau merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Kedua orang yang berprofesi sebagai pengacara dan dokter itu diduga "bersekongkol" memanipulasi data medis saat menangani Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau pasca-kecelakaan mobil pada 16 November 2017.

KPK juga memperoleh informasi valid, bahwa Fredrich sempat memesan atau mem-booking satu lantai rumah sakit tersebut untuk tempat perawatan Setya Novanto sebelum kliennya itu mengalami kecelakaan.

Namun, saat itu hanya tiga ruang rawat VIP RS Medika Permata Hijau yang bisa digunakan oleh Novanto.

Fredrich juga sempat menyampaikan informasi ke media, ada benjolan sebesar bakpao di dahi kiri Setya Novanto akibat kecelakaan mobil itu.

Namun, hanya ada luka memar di dahi Novanto saat dia dibawa ke kantor KPK.

Selain itu, letak luka memar itu juga berada di bagian kanan dahi Novanto.

‎Mereka berdua dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help