Jual Cream Pemutih dan Pamer Belahan Tubuhnya di Medsos, Model Cantik Ini Berurusan Dengan Polisi

Nitthakarn Nunthasuteepat (25). Wanita cantik ini membuat video yang menunjukkan efek krim pemutih yang dijualny

Jual Cream Pemutih dan Pamer Belahan Tubuhnya di Medsos, Model Cantik Ini Berurusan Dengan Polisi

Tribunbatam.id - Di era digital ini banyak orang mulai menjajakan barang dagangannya di media sosial. Selain lebih praktis, adanya media sosial membuat pembeli dan penjual lebih leluasa dalam mempromosikan barang dagangannya

Apalagi dengan hadirnya  fitur video atau live video yang menjadi andalan penjual dalam menjual barang dagangannya.

Namun apa jadinya jika seorang penjual terlalu berlebihan atau terlalu mengada-ada dalam mempromosikan barang dagangannya? Maka tidak menutup kemungkinan akan berhadapan atau berurusan dengan hukum.

Seperti seorang model di Thailand, Nitthakarn Nunthasuteepat (25). Wanita cantik ini membuat video yang menunjukkan efek krim pemutih yang dijualnya namun terlihat sangat mengada-ada dan mengumbar unsur pornografi.

Video yang berdurasi sekitar 15 detik itu langsung mendapat reaksi keras dari publik Thailand. Bahkan banyak pakar kecantikan berpendapat krim pemutih yang dijualnya merupakan barang palsu dan menyesatkan.

Col Chanannat Santhawanpat, Kepala Sub-divisi Perlindungan Konsumen Wilayah 4 di Bangkok, mengatakan produk yang dijual Nitthakarn tersebut memiliki rincian yang tidak mencukupi dan bisa menyesatkan.

"Video-nya bisa digolongkan sebagai pornografi", katanya.

Dia menambahkan bahwa Nunthasuteepat telah dibebaskan dengan jaminan sementara petugas menyampaikan kasus tersebut kepada The Thai Food and Drug Administration (FDA) untuk menyelidiki produknya.

Sementara Dr. Somchai Preechaavejkit, Wakil Sekretaris Jenderal FDA, menambahkan produk yang diiklankan apakah sudah terdaftar sebagai perawatan tubuh kosmetik dalam bentuk zat pemutih. Jadi harus diperiksa apakah produk tersebut aman digunakan atau mengandung zat berbahaya.

"Kami percaya bahwa ada kesalahan iklan karena mengklaim ada perubahan seketika warna dari gelap menjadi putih yang tidak diperbolehkan", kata Dr Somchai.

Dr Preechaavejkit bahwa FDA akan bekerja sama dengan polisi untuk memeriksa apakah produk lain yang dia jual diiklankan dengan benar atau mengandung zat terlarang.

Model Thailand yang memicu kemarahan di negaranya itu kemudian mendapat reaksi pihak kepolisian setempat. Polisi yang mengamankan dan menangkap model tersebut dianggap melanggar undang-undang perlindungan konsumen dan praktik penjualan provokatif dan produknya tidak sesuai.

Atas tindakannya tersebut, model cantik itu terancam hukuman setahun di penjara atau denda 100.000 baht.

Nunthasuteepat mengatakan bahwa dia telah menjual krimnya melalui media sosial selama sekitar setahun.

Dia menyangkal bahwa dia bermaksud provokatif atau produknya tidak sesuai. (dailymail)

Penulis: Danang Setiawan
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help