Sejoli Mahasiswi Ini Menangis, tak Sangka Kuburkan Bayi Mereka yang Lahir Prematur adalah Kejahatan

Sepasangan mahasiswa/i ini dijatuhi hukuman 12 bulan penjara, Jumat (12/2/2018) karena menyembunyikan kelahiran bayi perempuan prematur.

Sejoli Mahasiswi Ini Menangis, tak Sangka Kuburkan Bayi Mereka yang Lahir Prematur adalah Kejahatan
Pop Sugar
Ilustrasi bayi 

TRIBUNBATAM.ID- Sepasangan mahasiswa/i di Malaysia dijatuhi hukuman 12 bulan penjara, Jumat (12/2/2018) karena menyembunyikan kelahiran bayi perempuan prematur.

Keduanya pun telah mengubur mayat bayu tersebut.

Dikutip dari Channel NewsAsia, Hakim Zaki Asyraf Zubir memvonis Faizal Said (20) dan Nur Fitri Iryani Sani (19), setelah mereka mengaku bersalah atas tuduhan yang diajukan.

Hakim pun memerintahkan pasangan tersebut untuk segera menjalani hukuman penjara.

Pasangan tersebut, yang merupakan mahasiswi/a swasta, menangis setelah hakim menjatuhkan hukuman, melaporkan New Straits Times.

Sejoli ini secara bersama-sama dituntut dengan sengaja menyembunyikan kelahiran bayi perempuan mereka yang meninggal dan mengubur mayat di sebuah rumah di Kelana Jaya pada pada 23 Agustus tahun lalu.

Mereka didakwa berdasarkan pasal 318 KUHP yang memberikan hukuman penjara sampai dua tahun dan atau denda.

Dua terdakwa, yang hadir langsung dalam persidangan memohon hukuman penjara minimal karena mereka berasal dari keluarga miskin dan ingin melanjutkan studi mereka.

Mereka mengatakan bahwa bayinya lahir prematur dan mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah di mata hukum.

Namun, deputi jaksa penuntut umum Fazeedah Faik meminta hukuman dua orang tersebut dijalankan karena tindakan mereka telah menyebabkan kematian bayi tersebut.

"Gambar menunjukkan bayi dalam kondisi sempurna dan dua terdakwa seharusnya mencari pertolongan medis atau memberi tahu pihak berwenang," katanya.

Menurut fakta kasus tersebut, Nur Fitri pergi ke toilet untuk melahirkan secara normal setelah mengeluhkan sakit perut pada Faizal.

Tapi bayi itu kemudian jatuh ke lantai dengan jari-jarinya masih bergerak.

Nur Fitri menemukan bayi itu tidak bernyawa setelah jatuh dan memberitahu Faizal yang kemudian mengeluarkan mayatnya dari apartemen.

Selama kehamilannya, Nur Fitri belum menjalani pemeriksaan kesehatan, meski sudah tahu ia hamil. (*)

Penulis: Sri Murni
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help