TribunBatam/

Ngeri! Pengakuan Blak-blakan Jenderal Korsel: 1.000 Pilot Berani Mati Lindungi Kim Jong Un!

Ngeri! Pengakuan Blak-blakan Jenderal Korsel: 1.000 Pilot Berani Mati Lindungi Kim Jong Un!

Ngeri! Pengakuan Blak-blakan Jenderal Korsel: 1.000 Pilot Berani Mati Lindungi Kim Jong Un!
@StratSentinel/Twitter
Ilustrasi. Kim Jong Un menginspeksi rencana penembakan atau serangan rudal balistik Korut ke Guam, wilayah AS di Pasifik, Senin (14/8/2017) 

TRIBUNBATAM.ID-Menyingkirkan Kim Jong Un dari tampuk kekuasaannya tidak akan semudah menyingkirkan pemimpin negara lain semisal Saddam Hussein di Irak.

Mantan wakil panglima AD Korea Selatan Letnan Jenderal Im Bum-chun mengatakan, Kim Jong Un tak hanya dilindungi rakyatnya yang telah "dicuci otak" tetapi juga ribuan personel pasukan berani mati.

Di antara prajurit berani mati itu, kata Bum-chun, terdapat 1.000 pilot jet tempur yang siap menjaalankan misi bunuh diri atau Kamikaze.

Selain itu, adanya aturan wajib militer membuat semua laki-laki di Korea Utara wajib bergabung dengan militer minimal 11 tahun dan perempuan setidaknya enam tahun.

"Ini tak seperti menyingkirkan Saddam Hussein. Menyingkirkan Kim Jong Un jauh lebih sulit," kata Bum Chun dalam forum Policy Exchange di London, Inggris, seperti dikabarkan harian The Times.

Harian The Times menambahkan, Letjen Bum-Chun juga menyebutkan rakyat Korea Utara amat memuja keluarga Kim Jong Un.

Dia mengklaim, anak-anak Korea Utara berusia 14 tahun sudah mendapatkan latihan militer selama 100 jam setahun.

Pemerintah Korut juga melakukan hukuman kolektif terhadap seluruh keluarga jika salah satu anggota keluarga melakukan kesalahan.

Bahkan, kata Bum-Chun, anak-anak berusia 12 tahun sudah dilatih menjadi peretas sebagai persiapan perang siber.

Sang jenderal menambahkan, Korea Utara diduga kuat saat ini sudah memiliki 5.000 ton senjata kimia dan biologi serta 1.000 senjata artileri yang diarahkan hanya ke Seoul.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help