TribunBatam/

Batal ke Tambelan Akibat Ombak Tinggi, Bagaimana Kondisi KM Sabuk Nusantara! Ini Penjelasan Pelni

Tadi malam kapal gagal berlayar, diminta putar balik ke Kijang gara gara ombak kuat di tengah perjalanan berlayar

Batal ke Tambelan Akibat Ombak Tinggi, Bagaimana Kondisi KM Sabuk Nusantara! Ini Penjelasan Pelni
KM Sabuk Nusantara 39 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN-KM Sabuk Nusantara 39 berlabuh tenang di dermaga Pelabuhan Sribayntan, Kijang, Selasa (16/1/2018) siang. Pantauan Tribun Batam.id, pada pukul 13.00, kapal kosong tanpa penumpang. Hanya terdapat petugas kapal (ABK) berdiri di anjungan.

"Tadi malam kapal gagal berlayar, diminta putar balik ke Kijang gara gara ombak kuat di tengah perjalanan berlayar menuju rute rute yang ada,"kata Kepala Cabang PT Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, ditemui di terminal Pelabuhan Kijang.

Baca: Terapkan Aturan Baru, Gaji PNS di Tahun 2018 Bisa Tembus Rp 100 Juta Per Bulan! Ini Rahasianya!

Baca: Mengejutkan! Inilah 4 Manfaat Bercinta di Musim Dingin! Nomor 2 Paling Bikin Penasaran!

Baca: BREAKINGNEWS: Kasus Pemerasan! Modus Homoseks, Kawanan LGBT Ini Peras Korbannya!

Perintah putar balik dikeluarkan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Kelas II Kijang. Demi keselamatan pelayaran, kapal akhirnya balik dalam keadaan selamat dan baik baik saja.

Putra mengatakan, mengutip penjelasan pihak Km Sabuk Nusantara kepadanya, ombak saat kapal berlayar meninggalkan Kijang cukup kuat. Ketingian ombak diperkirakan sekitar 3 hingga 5 meter. "Tinggi sekali, capai 5 meteran,"kata Putra.

Ombak mulai terpantau kuat ketika Km Sabuk Nusantara 39 mulai memasuki perairan Marapas, sekitar pulau Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir. Nama perairan Marapas memang cukup terkenal dengan ombak yang kuat. Jarak waktu tempuh perairan ini dari Kijang sekitar 4 jam untuk ukuran kecepatan kapal Pelni perintis.

Kapal menunggu situasi kondisi lautan memungkinkan untuk siap diberangkatkan kembali menuju pulau pulau, salah satunya di Tambelan. Di dalam kapal ada logistik bantuan dari Pemkab Bintan bagi warga yang terkena dampak banjir dan tanah longso yang harus disalurkan cepat ke Tambelan.

Sesuai manifest, KM Sabuk Nusantara saat berangkat Senin kemarin memuat 76 penumpang. Namun jumlah ini kata Putra berkurang. Ada penumpang yang membatalkan perjalanan

pasca kapal putar balik ke Kijang gara gara ombak kuat Senin malam. "Ada yang batalkan kembali berangkat gara gara menunggu kepastian cuaca dan kondisi laut,"kata Putra.

Dia berharap, perjalanan KM Nusantara selenjutnya dapat berlangsung lancar tanpa halangan dan kendala berarti. Bantuan logistik ke Tambelan juga dapat tiba dengan baik sehingga bisa segera disalurkan ke warga di sana.

"Semoga baik baik saja. Kebetulan ada data dari BMKG, kalau kondisi cuaca pada Selasa mendukung. Kita sudah koordinasi dengan pihak KSOP selaku yang punya otoritas pelayaran terkait hal ini,"kata Putra. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help