MUSEUM Bahari di Kota Tua Jakarta Terbakar, Ini Barang-Barang yang Ludes dari Saksi Sejarah Ibukota

Museum Bahari yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta terbakar sejak pukul 09.00 WIB, Selasa (16//20181).

MUSEUM Bahari di Kota Tua Jakarta Terbakar, Ini Barang-Barang yang Ludes dari Saksi Sejarah Ibukota
TWITTER.COM/SUDINHUB_UTARA
Museum Bahari yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta terbakar sejak pukul 09.00 WIB, Selasa (16/01) 

Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionPetugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.

Museum Bahari, yang diresmikan oleh Gubernur DKI saat itu Ali Sadikin, merupakan bangunan cagar budaya yang dilindungi.

Sampai pukul 09.55 WIB, mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi kejadian dan terus berupaya memadamkan api.

Sebelum diresmikan sebagai Museum Bahari pada 7 Juli 1977, bangunan yang mulai dibangun antara 1652 dan 1771 oleh VOC ini dikenal sebagai gudang untuk menyimpan rempah, kopi, teh, timah dan tekstil.

Koleksi yang disimpan dalam museum ini antara lain berbagai jenis perahu tradisional hingga berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran.

Museum ini juga mengoleksi peralatan yang digunakan oleh pelaut di masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.

'Sejarah awal kota Jakarta'

Adep Purnama, penggiat wisata sejarah sekaligus pendiri organisasi Sahabat Museum, mengaku "sedih sekali" dengan terbakarnya Museum Bahari.

Museum Bahari, menurutnya, merupakan salah-satu peninggalan sejarah kota Jakarta yang masih utuh.

"Sejarah perkembangan kota Jakarta dimulai dari Pasar Ikan, Sunda Kelapa, dan juga Museum Bahari," kata Adep Purnama kepada BBC Indonesia, Selasa (16/01).

Dahulu, museum tersebut merupakan bangunan gudang untuk menampung komoditas dagang VOC -seperti rempah dan kopi- sebelum dikapalkan ke Belanda dan negara lainnnya.

"Gudang ini dibangun sekitar 1700an, itu masa kejayaan VOC," ungkapnya.

Menurut Adep, nilai sejarah terpenting dari Museum Bahari adalah bangunannya itu sendiri, karena di depan bangunan tersebut masih menyisakan tembok kota Batavia.

"Pagar tembok Museum Bahari itu tembok kota Batavia yang masih tersisa," kata Adep.

Seperti diketahui, dahulu kota Batavia dikelilingi tembok, yang jika ditilik dari kondisi sekarang, letaknya kira-kira antara Museum Bahari di bagian utara dan Stasiun kereta api Kota pada bagian selatannya. beos.

"Tapi tembok Batavia itu kemudian dihancurkan sekitar 1808 oleh Gubernur Jenderal Daendels yang ingin membangun kota baru Batavia," papar Adep.

Lokasi kota baru Batavia itu kini terletak di sekitar lapangan Banteng. (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help