Banjir di Anambas! Empat Pasien Sempat Dipindahkan ke Penginapan, Puskesmas Kebanjiran!

Empat pasien rawat inap, bahkan terpaksa dipindahkan ke tempat penginapan tidak jauh dari Puskesmas karena air yang masuk

Banjir di Anambas! Empat Pasien Sempat Dipindahkan ke Penginapan, Puskesmas Kebanjiran!
Suasana banjir di Kantor Pemkab Anambas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Banjir di Tarempa belakangan juga membuat sibuk Puskesmas Tarempa. Empat pasien rawat inap, bahkan terpaksa dipindahkan ke salahsatu tempat penginapan tidak jauh

dari Puskesmas karena air yang masuk ke fasilitas kesehatan tersebut. Seperti diketahui, air masuk ke Puskesmas Tarempa pada Senin (15/1) dini hari.

"Dari laporan Puskesmas, ada yang sempat dipindahkan saat air masuk ke Puskesmas. Namun, saat siang hari, sudah dipindahkan kembali ke Puskesmas," ujar Kepala Dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Kepulauan Anambas, Herianto Rabu (17/1/2018).

Baca: Mengejutkan! Inilah Alasan PNS Kantor Pajak Tahun 2018 Gajinya Bisa Tembus Rp 100 Juta Per Bulan!

Baca: Heboh! Puluhan Tahun Lalu Foto dengan Sepeda Pinjaman, Kini Gadis Ini Jadi Artis Termahal Indonesia!

Baca: Heboh! Roro Fitria Ngaku Punya Harta Rp 750 M, Inilah Deretan Asetnya! Mau Tahu Asalnya?

Baca: BREAKINGNEWS: Website Pemko Tanjungpinang Diretas! Artikel Ilegal Berisi Ini Nyelonong! Benarkah?

Pihaknya cukup kerepotan, khususnya dalam membersihan obat-obatan yang ada pada gudang farmasi yang terendam luapan air. Menurutnya, tidak sedikit obat-obatan yang berada pada lantai bawah instalasi farmasi itu.

"Tadi pas gotong royong, itu yang menjadi fokus kami. Alhamdulillah, obat-obatan tidak ada yang kondisinya rusak. Karena kondisi obat dalam keadaan tersegel," ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, pelayanan publik‎ tetap beroperasi meski diakuinya masih terbatas karena beberapa kantor pelayanan yang terendam air masih melakukan aksi bersih-bersih.

Ia juga mengatakan, status darurat bencana dari Pemerintah Kabupaten
belum dicabut, karena masih dilakukan peninjauan ke titik lokasi bencana.

"‎Pelayanan publik kami upayakan beroperasi, namun belum maksimal," ungkapnya. Ia bahkan meminta kepada tenaga kesehatan untuk bisa mendatangi langsung korban banjir dalam memberikan pelayanan maksimal, meskipun posko kesehatan diakuinya telah didirikan untuk membantu korban bencana banjir.

"Untuk sekolah, kami harapkan juga sudah bisa beroperasi seperti biasa. Gotong royong massal pun, tadi juga dilakukan. Rencananya, akan dilakukan selama beberapa hari ke depan," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved