Heboh! Kasus Pesta Sabu di Kijang, Pelaku Ngaku Dapat Sabu dari Lapas!

TN sempat mengungkapkan, kalau narkoba yang dia dapatkan ada yang didapat dari lembaga Pemasyarakatan (Lapas)

Heboh! Kasus Pesta Sabu di Kijang, Pelaku Ngaku Dapat Sabu dari Lapas!
Polres Bintan mengekspose penangkapan kasus narkoba dari pengguna hingga bandar pemasok sabu-sabu, Rabu (17/1/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN-TN (24), mantan sekuriti bandara Hang Nadim, Batam tak menyangka, aksinya menjadi bandar sabu selama 6 bulan berakhir di jeruji besi.

Dia dicokok polisi sehari pasca penggerebekan pesta sabu tiga pemuda lajang di Kijang, Sabtu malam lalu.

Baca: Mengejutkan! Inilah Alasan PNS Kantor Pajak Tahun 2018 Gajinya Bisa Tembus Rp 100 Juta Per Bulan!

Baca: Ehem! Agnez Mo Tulis Status Sindiran, Tiba-tiba Sule Muncul Komentarnya Bikin Ngakak!

Baca: Bikin Merinding! Mengungkap Misteri Susuk: Benarkah Mampu Ubah Nasib Pemakainya Atau Bikin Cantik?

Baca: Heboh! Inilah Ritual Mistis Biduan Dangdut Agar Tetap Laris Manis! Ritual Ini Paling Sering!

Warga Ganet, Tanjungpinang ini mendapatkan paket sabu dari berbagai bandar.

Keterangan polisi, paket sabu ia dapatkan dari Tanjungpinang. Namun siapa orangnya, Wakapolres Bintan saat jumpa pers, Rabu (17/1/2018) kemarin mengatakan, masih akan mengembangkan kasus itu lebih lanjut.

"Saudara TN ini sampai saat ini mengaku mendapatkan barang dari Tanjungpinang. Untuk sementara ini masih dalam pengembangan,

belum ditetapkan sebagai DPO. Kalau DPO berarti kita sudah memeriksa orang lagi,"kata Wakapolres Bintan Kompol Dandung Putut Wibowo.

TN sempat mengungkapkan, kalau narkoba yang dia dapatkan ada yang didapat dari lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pernyataan itu ketika dikonfirmasi ke Kasatres Narkoba Bintan AKP Joko P mengatakan,

informasi seperti itu masih butuh pengembangan lagi dan sejauh ini belum masuk dalam dugaan kasus penggerebekan pesta sabu di Kijang dan pencidukan bandar sabu di Tanjungpinang.

"Belum tahu, informasi itu ada, tidak tertutup ada, cuma tetap, masih kita kembangkan kembali. Kita A1 kan dulu, informasinya,"kata Joko.

Saat ditanya apakah ada koordinasi dengan pihak Lapas pasca mencuat informasi ada narkoba dari Lapas, Joko mengatakan, yang namanya koordinasi dengan lembaga manapun yang terkait pasti ada termasuk Lapas.

"Kita koordinasi tetap. Kalau memang ada yang kita curigai, kita koordinasikan ke Lapas, kita berkirim surat, baru kemudian dikembangkan,"kata Joko. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help