Hangout

Pusat Kuliner di Tiban Ini Surganya Makanan Bercitarasa Nusantara

Bagi yang sedang berburu aneka kuliner, tak ada salahnya mengunjungi pusat kuliner di Tiban Centre.

Pusat Kuliner di Tiban Ini Surganya Makanan Bercitarasa Nusantara
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

MENIKMATI wisata kuliner di Batam rasanya bukan hal sulit. Tak hanya makanan khas Melayu yang jadi unggulan masyarakat Kepulauan Riau, aneka makanan khas nusantara juga sangat mudah didapatkan.

Sebagai kota yang diminati para pendatang dari seluruh Indonesia, kota Batam juga banyak menyajikan aneka kuliner nusantara yang beragam. Karenanya tak heran jika di beberapa wilayah di Batam kini bermunculan pusat wisata kuliner yakni tempat berkumpulnya pengusaha kuliner.

Bagi masyarakat, ini tentu menjadi surga kuliner bagi para penikmatnya. Nah, bagi yang sedang berburu aneka kuliner, tak ada salahnya mengunjungi pusat kuliner di Tiban Centre. Sebab, di Tiban Centre terdapat satu titik lokasi yang isinya penjual aneka jenis makanan. Terutama makanan nusantara.

Untuk sampai ke Tiban Centre sangatlah mudah, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Karena letakan tidak jauh dari jalan utama. Tiban Centre itu berada di sekitar pertokoannya. Tetapi, tempatnya bukan di ruko, melainkan tersusun mirip warung-warung makan yang berjejer rapi.

Dari ujung ke ujung identik dengan atap bewarna hijau, di bagian dalamnya atap berasal dari genteng tetapi sedikit pada bagian depannya menggunakan atap dari terpal-terpal yang terlihat kokoh.

Terlihat setiap warung mempunyai ciri khas makanannya masing-masing. Dan bagi pembeli, terlihat ada yang langsung menuju tempat yang sepertinya sudah direncanakan. Ada pula yang masih melihat-lihat menu yang disediakan.

"Sudah lumayan lama juga, ini namanya wisata kuliner. Kalau di depan itu pujasera. Dari pagi udah buka sampai malam juga," kata Heri, penjual di Warung Podomoro.

Food street wisata kuliner ini berada di antara jalan yang tidak terlalu besar, tetapi digunakan untuk jalur dua arah. Sementara itu di bagian depannya ada ruko-ruko yang menjual peralatan alat tulis, mini market, bahkan ada sebuah lapangan luas tetapi terdapat deretan yang juga menjual makanan.

"Udah buka dari sarapan pagi jam enam pagi sampai sepuluh malam. Kalau harga standar tidak terlalu mahal. Karena disesuaikan sama pembeli dan lokasi juga," ujar Yani, seorang penjual bubur ayam yang buka mulai pagi hingga malam hari ini.

Milan yang terlihat datang sendiri ke salah satu warung makan di sana mengatakan, ia sering datang ke Tiban Centre untuk singgah makan, karena kebetulan rumahnya melewati Tiban. Jadi ia memilih makan di sana sebelum pulang ke rumah, selain itu harganya juga relatif ekonomis. (*)

Halaman
12
Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help